Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 346 kejadian (hingga 28 Agustus) di Sumatera Selatan. Penambahan kasus didominasi di 5 daerah status zona merah yang kini angkanya mencapai 297 kejadian.
“Hingga 28 Agustus jumlah kasus karhutla sebanyak 346 kejadian. Wilayah zona merah tetap di 5 daerah, yang kasusnya terus bertambah dalam beberapa hari terakhir,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Sabtu (30/8/2025).
Kelima daerah zona merah itu yakni Ogan Ilir dengan 104 kejadian, Musi Banyuasin 66 kejadian, Ogan Komering Ilir (OKI) 42 kejadian, Banyuasin 38 kejadian, dan Muara Enim 36 kejadian. Total kejadian di 5 daerah itu terjadi di 47 kecamatan.
“Paling banyak di Kecamatan Indralaya Utara (Ogan Ilir) ada 50 kejadian, Sungai Keruh (Muba) 21 kejadian, Rantau Bayur (Banyuasin) dan Pangkalan Lampam (OKI) masing-masing 18 kejadian,” katanya.
Sudirman mengungkapkan, wilayah zona oranye karhutla (16-30 kejadian) hanya ada di PALI dengan 23 kejadian. Zona kuning (1-15 kejadian) tersebar di Muratara, Mura, Empat Lawang, Lahat, Lubuklinggau, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Prabumulih, dan Palembang.
Sedangkan wilayah zona hijau atau belum terjadi karhutla hanya di Pagar Alam. Data yang disampaikan berdasarkan laporan yang masuk dari BPBD di daerah.
“Luas lahan yang terbakar belum kita data, tapi dari angka sebelumnya diperkirakan sudah mencapai ribuan hektare,” ungkapnya.
Dia menyebut, upaya maksimal pencegahan karhutla terus dilakukan melalui patroli udara dan satgas darat yang melakukan ground check hotspot. Pemantauan itu dilakukan agar karhutla yang terjadi tidak meluas dan dapat diantisipasi lebih dini.