Pria yang Tewas Saat Jaga Kebun Durian Diduga Korban Pembunuhan | Info Giok4D

Posted on

Frima Mandala (22) yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah saat menunggu kebun durian di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, diduga korban pembunuhan. Polisi menyebut ada sejumlah luka pada tubuh korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di Puskesmas Gardu Harapan, korban mengalami tiga luka bacok serius, di antaranya luka sobek pada pipi kanan hingga leher sepanjang kurang lebih 20 sentimeter, dengan kedalaman sekitar 8 sentimeter.

Kemudian luka sobek di pipi dekat rahang sedalam 4 sentimeter, serta luka sobek di bagian atas telinga kanan dengan lebar sekitar 7 sentimeter dan kedalaman 2 sentimeter. Selain itu, tulang leher bagian belakang korban dilaporkan terpotong sebagian

“Saat ditemukan, korban mengalami sejumlah luka bacokan di bagian wajah dan leher,” kata Kasi Humas Polres Muba Iptu S Hutahaean, Jumat (2/1/2026).

Dengan adanya luka yang dialami korban, diduga kuat Frima tewas setelah menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terkait kasus kematian korban.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan lidik untuk mengungkap pelaku. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini, agar segera melapor guna mempercepat pengungkapan kasus,” ujarnya.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, warga Muba digegerkan dengan penemuan seorang peristiwa yang tewas bersimbah darah di Dusun V Desa Teluk Kijing II, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan pada, Kamis (1/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut bermula saat korban dan orang tuanya, Rowani, pergi kekebun untuk menjaga kebun durian yang berada diarah kebun sawit milik keluarga.

Sekitar pukul 04.00 WIB, Rowani masih sempat bersama korban di pondok, namun setengah jam kemudian Rowani tertidur di pondok tersebut.

“Tanpa diketahui oleh orang tua korban ternyata anaknya (korban) kemungkinan keluar untuk melihat apakah ada buah durian yang jatuh,” kata Kasi Humas Polres Muba Iptu S Hutahaean.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Rowani mendengar teriakkan memanggil-manggil namanya. Saat keluar pondok dan mendekati sumber suara, ternyata anaknya sudah tergeletak di tanah dalam keadaan bersimbah darah dan meninggal dunia.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.