Satu unit kapal nelayan di perairan Pulau Panjang, Bangka Tengah (Bateng), tenggelam dihantam ombak. Satu dari 3 korban, Maman (52), ditemukan tewas 2 hari kemudian.
Peristiwa itu terjadi, pada 31 Desember 2025, pukul 03.00 WIB. Korban selamat bernama Husin dan Ahmat. Mereka diselamatkan nelayan yang melintas pukul 06.15 WIB pada hari kejadian.

“Jasad korban ditemukan terdampar di pesisir Pulau Semujur, dalam kondisi meninggal dunia. Jaraknya sekitar 3 nautical mile dari titik awal kejadian,” kata Kepala Basarnas Bangka Belitung (Babel), Mikel Rachman Junika, Jumat (2/12/2026).
Mikel mengungkapkan jasad Maman ditemukan pertama kali oleh nelayan yang melintas tak jauh dari Pulau Semujur. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Posko SAR Gabungan yang sedang melakukan pencarian.
“Jasad ditemukan seorang nelayan yang sedang melintas di sekitar Pulau Semujur. Kemudian, saksi melaporkan temuan tersebut ke Posko SAR,” ungkapnya.
Usai terima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
“Kami segera bergegas melakukan evakuasi dan membawanya menuju Pantai Pan Semujur. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke rumah duka yang beralamat di daerah Temberan untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di laut. Mengingat kondisi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini.
“Mengingat potensi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari, kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi diri dengan alat pelindung diri (pelampung) saat beraktivitas di perairan. Jika mengalami kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Basarnas di 115 atau Basarnas Pangkalpinang di 0811-7810-115 (WhatsApp),” tutupnya.






