Taman Nasional Way Kambas di Lampung merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Sumatera. Selain menjadi rumah bagi lima satwa mamalia besar, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat pelatihan gajah tertua di Indonesia.
Kawasan ini memiliki empat ekosistem, yaitu hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, hutan bakau, dan hutan pantai. Keempat ekosistem ini dihuni oleh berbagai satwa dan tanaman endemik Sumatera. Menjadikan Way Kambas sebagai salah satu destinasi wisata utama di Lampung.
Berikut infoSumbagsel sajikan informasi mengenai Taman Nasional Way Kambas dirangkum dari Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal KSDAE dan sumber lainnya. Yuk, simak!
Sejarah pelestarian alam di Way Kambas bermula pada 1936, ketika Resident Lampung, Mr. Rookmaker, dan mendapatkan pengakuan resmi oleh Belanda melalui SK Gubernur Belanda 26 Januari 1937. Lalu pada 1978, statusnya diubah menjadi Kawasan Pedestrian Alam, lalu berubah menjadi KSDA seluas 130 ribu ha pada 1985.
Puncaknya, ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 1 April 1989. Sejak 1997, kawasan ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Way Kambas, untuk melindungi sejumlah satwa liar khas yang terancam punah.
Taman nasional ini memiliki potensi obyek wisata alam yang sangat menarik yaitu adanya Pusat Latihan Gajah Pertama di Indonesia, yang telah dikelola sejak tahun 1985.
Pusat Pelatihan Gajah inilah yang digunakan sebagai pusat penjinakan dan pelatihan Gajah Sumatera untuk konservasi dan mengatasi konflik gajah dan manusia.
Pusat pelatihan Gajah ini merupakan salah satu destinasi yang terkenal di Way Kambas, dan semakin terkenal di kalangan warganet sejak kemunculan dua anak gajah bernama ‘Jermey’ dan ‘Nisa’ yang terkenal dengan tingkahnya yang lucu dan mengundang gelak tawa.
Taman Nasional Way Kambas terletak di Jalan Raya Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Indonesia. Untuk mencapai Way Kambas, dapat ditempuh dengan beberapa rute.
Dari Kota Metro, rute yang bisa ditempuh adalah Metro-Pekalongan-Sukadana-Tridatu-Way Kambas. Jalur alternatif lain yang dapat digunakan yaitu jalur Sribhawono-Way Jepara-Way Kambas.
Sementara yang berangkat dari Bandar Lampung bisa menempuh perjalanan sekitar dua jam melewati situs Pugung Raharjo, perkebunan lada, dan perkampungan asli Lampung di Desa Wana Melinting.
Dilansir dari Instagram resmi @btn_waykambas, berikut ini harga tiket masuk terbaru sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2024, yaitu:
Ketika berkunjung ke sini, infoers bisa menyusuri Sungai Way Kambas dengan menggunakan perahu. Seru-seruan berpetualang di lahan basah yang merupakan habitat dataran rendah terakhir di Sumatera.
Selain itu ada juga Suaka Rhino Sumatera yang menjadi spot untuk melihat gagahnya badak Sumatera. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pusat pelatihan gajah, untuk melihat kehidupan makhluk berbelalai tersebut.
Terdapat juga lokasi untuk berkemah, kegiatan outbond, dan pengalaman menarik lainnya di kawasan ini. Fasilitas lainnya terdapat toko oleh-oleh, toilet, tempat parkir, shelter, visitor center dan toko makanan/minuman tanpa perlu takut akan digetok harga.
Selain itu bagi infoers yang menginap juga bisa menyewa resort dengan kapasitas per kamar maksimal empat orang. Terakhir, bagi yang ingin melakukan penelitian akan mendapatkan fasilitas berupa wisma dan laboratorium.
Itulah dia informasi seputar Taman Nasional Way Kambas, lengkap dengan sejarah, keunikan dan informasi lainnya. Semoga bermanfaat, ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Sejarah Taman Nasional Way Kambas
Keunikan Taman Nasional Way Kambas
Lokasi Taman Nasional Way Kambas
Tiket Masuk Taman Nasional Way Kambas Terbaru
1. Wisatawan Nusantara (WNI)
2. Wisatawan Mancanegara (WNA)
3. Mahasiswa/Pelajar
4. Fasilitas Tambahan
5. Denda
Fasilitas Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas terletak di Jalan Raya Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Indonesia. Untuk mencapai Way Kambas, dapat ditempuh dengan beberapa rute.
Dari Kota Metro, rute yang bisa ditempuh adalah Metro-Pekalongan-Sukadana-Tridatu-Way Kambas. Jalur alternatif lain yang dapat digunakan yaitu jalur Sribhawono-Way Jepara-Way Kambas.
Sementara yang berangkat dari Bandar Lampung bisa menempuh perjalanan sekitar dua jam melewati situs Pugung Raharjo, perkebunan lada, dan perkampungan asli Lampung di Desa Wana Melinting.
Dilansir dari Instagram resmi @btn_waykambas, berikut ini harga tiket masuk terbaru sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2024, yaitu:
Ketika berkunjung ke sini, infoers bisa menyusuri Sungai Way Kambas dengan menggunakan perahu. Seru-seruan berpetualang di lahan basah yang merupakan habitat dataran rendah terakhir di Sumatera.
Selain itu ada juga Suaka Rhino Sumatera yang menjadi spot untuk melihat gagahnya badak Sumatera. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pusat pelatihan gajah, untuk melihat kehidupan makhluk berbelalai tersebut.
Terdapat juga lokasi untuk berkemah, kegiatan outbond, dan pengalaman menarik lainnya di kawasan ini. Fasilitas lainnya terdapat toko oleh-oleh, toilet, tempat parkir, shelter, visitor center dan toko makanan/minuman tanpa perlu takut akan digetok harga.
Selain itu bagi infoers yang menginap juga bisa menyewa resort dengan kapasitas per kamar maksimal empat orang. Terakhir, bagi yang ingin melakukan penelitian akan mendapatkan fasilitas berupa wisma dan laboratorium.
Itulah dia informasi seputar Taman Nasional Way Kambas, lengkap dengan sejarah, keunikan dan informasi lainnya. Semoga bermanfaat, ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







