Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Banjir di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan meluas ketiga kecamatan yakni Kecamatan Kayu Agung, Pedamaran, dan SP Padang. Sebanyak 1.503 kepala keluarga (KK) rumahnya terendam dan terdampak banjir.
Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto mengatakan banjir di tiga kecamatan ini akibat limpahan air dari empat kecamatan yang mengalami bencana sebelumnya.
“Dampak banjir yang terjadi sebelumnya di wilayah Mesuji, Lempuing, Lempuing Jaya, dan Air Sugihan, kini menggenangi wilayah Kayu Agung, Pedamaran, dan SP Padang. Dari data siang ini, sebanyak 1.503 KK terdampak banjir,” ujar Nova, Selasa (20/1/2026).
Dia mengungkapkan, masyarakat yang terdampak banjir di tiga kecamatan itu paling banyak di wilayah Kayu Agung sebanyak 575 KK. Kemudian di SP Padang 540 KK dan Pedamaran 388 KK.
“Banjir ini selain karena peningkatan volume air sungai, juga imbas dari curah hujan yang tinggi,” kata Nova.
Katanya, banjir di wilayah ini secara bertahap terjadi. Selasa ini menjadi hari keempat terjadi banjir. Wilayah ini menjadi hilir dari aliran sungai di empat kecamatan yang sebelumnya kebanjiran.
Pihak BPBD juga terus memantau tinggi muka air di aliran sungai wilayah terdampak banjir. Sebab, ketika air sungai naik maka akan terdampak ke wilayah yang terendam banjir.
“Untuk ketinggian TMA di Desa Tanjung Serang (Kayu Agung) berkisar 10-20 cm, kemudian debit air di SP Padang, dan debit sungai di Kayu Agung juga meningkat,” katanya.
Salah satu sekolah di SP Padang juga harus belajar daring akibat banjir ini.
“Ada, di SDN 1 Ulak Jermun terendam banjir, proses belajar dilakukan secara daring per hari ini,” ungkapnya.







