Banjir OKU Timur Mulai Surut, Warga Diimbau Waspada Bencana Susulan

Posted on

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten OKU Timur pada Rabu hingga Kamis Malam (7-8 Januari 2026) memicu banjir di Kecamatan Semendawai Suku III. Luapan dari Sungai Macak dan Sungai Belitang menyebabkan ribuan rumah warga, akses jalan hingga sawah milik petani terendam.

Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.

Camat Semendawai Suku III, Bunyamin, menuturkan banjir yang terjadi di Semendawai akibat meningkatnya debit air sungai setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama berapa hari berturut-turut.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Macak dan Sungai Belitang meluap. Sejumlah desa kembali tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi,” katanya, Sabtu (10/1/2026).

Adapun jalan yang tidak dapat dilalui karena karena terendam banjir. Jalan yang terdampak antara lain Jalan Sriwangi-Cahaya Negeri, Jalan Trimoharjo-Taman Harjo, Jalan Trimoharjo-Gunung Sugih, Jalan Karang Binangun-Jayamulya dan Jalan Provinsi Petanggan Betung.

Genangan air yang cukup tinggi membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Akibatnya aktivitas warga termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi terhambat.

“Beberapa jalur utama terputus. Warga terpaksa harus mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan karena kondisi jalanan yang masih tergenang air,” katanya.

Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa puluhan keluarga mengungsi. Sekitar 30 kepala keluarga dilaporkan meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

“Sebanyak lima KK mengungsi di tenda darurat, sementara yang lain menumpang di rumah kerabat yang tidak terdampak,” katanya.

Wilayah yang dilalui Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi daerah dengan genangan terdalam. Selain rumah warga, banjir juga merendam sawah dan lahan pertanian warga.

Pemerintah kecamatan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

“Kami fokus pada keselamatan warga dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Masyarakat diimbau tetap siaga karena potensi banjir susulan masih ada,” tambahnya.

Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 1.037 rumah di Kecamatan Semendawai Suku III terdampak banjir. Desa Karang Marga menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni 152 unit dengan ketinggian air 25-50 sentimeter.