Dinas Pendidikan Kota Palembang resmi mengumumkan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dialihkan ke rumah mulai besok.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, pada Minggu (31/8/2025).
Amri mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi keamanan kota. Apalagi dalam beberapa hari ke depan, Palembang akan menjadi lokasi aksi unjuk rasa. Demi menjaga keselamatan siswa, pihak dinas memilih meniadakan sementara aktivitas belajar di sekolah.
“Kami mengambil langkah antisipasi. Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Karena adanya rencana aksi massa, maka siswa TK, SD, dan SMP di Palembang mulai besok belajar dari rumah,” katanya kepada infoSumbagsel, Minggu (31/8/2025).
Amri mengungkapkan, metode pembelajaran jarak jauh akan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
“Guru tetap diimbau memberikan materi serta tugas melalui platform daring atau media komunikasi lain yang mudah diakses orang tua maupun siswa,” ungkapnya.
Meski demikian, belum ada kepastian kapan kegiatan belajar tatap muka di sekolah akan kembali dilaksanakan.
Dinas Pendidikan Palembang masih akan memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Kami akan memberikan informasi resmi apabila kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan normal. Semua keputusan akan disampaikan secara bertahap melalui sekolah masing-masing dan juga melalui saluran resmi Disdik Palembang,” tutupnya.
Kebijakan ini mendapat perhatian para orang tua siswa. Sebagian besar memahami keputusan tersebut sebagai langkah bijak untuk menghindari potensi risiko saat situasi kota belum kondusif.
“Alhamdulillah besok belajar di rumah kami juga takut keluar rumah mengingat situasi sekarang tidak aman,”kata Meri orang tua siswa.
Dengan demikian, mulai Senin, 1 September 2025, seluruh siswa tingkat TK, SD, hingga SMP di Kota Palembang dipastikan menjalani pembelajaran dari rumah hingga ada pengumuman resmi berikutnya.