Qunut merupakan salah satu doa yang terdapat dalam ajaran Islam, sehingga oleh sebagian ulama berpendapat bahwa bacaan doa qunut dapat dilakukan dalam rangkaian ibadah salat.
Qunut kerap dilaksanakan pada berbagai salat sunnah, tetapi tak jarang masyarakat menggunakannya pada salat subuh. Oleh karena itu banyak yang ingin menghafalkan bacaan doa qunut baik melalui tulisan Arab, tulisan Latin, atau sekedar untuk mengetahui terjemahannya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, “Tidak ada dalam qunut witir sesuatu yang ditentukan, sesungguhnya ia adalah doa dan istighfar.”
Sementara itu, riwayat dari Abu Daud rahimahullah berbunyi “Aku mendengar Ahmad rahimahullah ditanya tentang ucapan Ibrahim rahimahullah, Qunut adalah sekadar surah al-Insyiqaq.”
Imam an-Nawawi, menyebutkan bahwa hukum membaca doa qunut dalam salat, yakni berupa sunnah muakkad, tidak melakukannya tidak membatalkan salat.
Dilansir dari laman NU Online, berikut merupakan tulisan arab, latin, dan terjemahan dari doa qunut:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdini fii man hadait, wa a’fini fii man a’fait, wa tawallani fii man tawallait, wa barikli fii ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdha wa la yuqdo a’laik, wa innahu la yazillu man walait, wa la ya’izzu man a’dait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qodoit, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallâhu a’la sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa a’la alihi wa shahbihi wa sallam.
Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertobat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Bacaan doa qunut di atas merupakan untuk dibaca ketik salat sendiri. Jika berjamaah, dam menjadi imam maka kalimat ihdini yang berarti berilah aku petunjuk, diganti menjadi ihdina yang berarti berilah kami petunjuk.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Dalam pelaksanaan doa qunut secara berjamaah, para ulama menekankan pentingnya memperhatikan kondisi makmum. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa memanjangkan doa yang bersifat untuk kepentingan pribadi saat doa bersama hukumnya makruh, karena berpotensi memberatkan jamaah.
Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam e-book Masalah-Masalah Sholat Malam karya Dr. Muhammad bin Fahd al-Furaih, yang menyebutkan bahwa qunut merupakan doa dan istighfar yang dianjurkan. Namun, pembacaannya hendaknya dilakukan secara ringkas dan tidak memberatkan, terutama ketika dilaksanakan secara berjamaah.
Anjuran untuk meringankan ibadah juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa para ulama sepakat mengenai sunnahnya meringankan salat berjamaah, baik salat fardhu maupun sunnah, selama tetap memenuhi batas minimal yang mencukupi. Pengecualian hanya terdapat pada salat tertentu, seperti salat kusuf atau gerhana.
Adapun anggapan sebagian orang yang menilai memanjangkan doa qunut sebagai perbuatan bid’ah perlu ditinjau kembali. Rasulullah SAW memang dikenal berdoa dengan lafaz yang singkat namun bermakna padat, akan tetapi hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan larangan untuk memanjangkan ibadah dalam kondisi tertentu.
Dalam adab berdoa, khususnya doa qunut, dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah SWT, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah SAW, serta menutup doa dengan pujian dan shalawat sebagaimana di awal doa.
Nah infoers, itulah ulasan tentang doa qunut versi arab, latin, dan terjemahannya. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.







