Dua Bocah di Palembang Alami Cacingan, Terungkap Saat Kakek Minta MBG

Posted on

Dua orang anak di Kecamatan Gandus, Kota Palembang, menjalani perawatan medis setelah diketahui mengalami infeksi cacing. Kedua anak tersebut adalah Muhammad Kenzo (3,5) dan kakaknya Muhammad Kavin (6), yang selama ini tinggal bersama sang kakek.

Kondisi memprihatinkan itu terungkap setelah adanya laporan dari kader posyandu setempat. Kedua anak diketahui tidak rutin mengikuti kegiatan posyandu karena faktor keluarga. Orang tua kandung mereka telah berpisah, sementara sang ibu meninggalkan anak-anak tersebut dan tidak lagi tinggal bersama.

Camat Gandus Palembang Jufriansyah, menjelaskan bahwa awal mula kasus ini terdeteksi saat sang kakek mendatangi posyandu untuk menanyakan program bantuan makanan bergizi (MBG) bagi balita.

“Awalnya kakeknya melapor ingin mendapatkan MBG karena di rumah ada anak balita, sehingga diarahkan untuk datang ke posyandu. Selama ini memang jarang ke posyandu, baik orang tua maupun kakeknya,” kata Jufriansyah saat diwawancarai, Jumat (16/1/2026).

Jufri menjelaskan, sesuai kebijakan pemerintah pusat, anak penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta program MBG wajib terdata dan dipantau melalui posyandu.

“Program Presiden menegaskan bahwa anak-anak penerima MBG dan bantuan PKH harus rutin ke posyandu. Dari situlah kondisi kedua anak ini diketahui,” jelasnya.

Saat berada di posyandu, sang kakek menyampaikan keluhan bahwa cucunya sering mengeluh sakit. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kader posyandu dengan melaporkan ke pihak kecamatan dan puskesmas.

“Di posyandu kakeknya cerita kalau cucunya sering sakit perut. Dari warga sekitar juga kami dapat informasi bahwa kakeknya agak kesulitan mengurus pengobatan karena harus mengurus anak dan cucu sendiri,” kata Jufriansyah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kecamatan Gandus bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas Gandus, serta tenaga medis Rumah Sakit BARI Palembang langsung bergerak cepat.

“Sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota kami bersama Dinkes, puskesmas, dan RS BARI langsung menjemput anak dengan keduanya ini untuk mendapatkan perawatan. Saat ini dia masih dirawat di RS BARI,” ungkapnya.

Setelah kekek memberikan obat cacing usai menerima saran dari kader posyandu, hasilnya cukup mengejutkan. Kedua anak diketahui mengeluarkan cacing dalam jumlah cukup banyak saat buang air besar.

“Walaupun sudah keluar cacing, kita tetap harus periksa keduanya dengan menggunakan alat kesehatan lengkap di RSUD BARI dan sudah kita bantu KIS diaktifkan. Alhamdulillah sekarang kondisi dua-duanya sudah sehat dan tidak ada keluhan, tapi masih harus dirawat karena menunggu observasi beberapa hari ke depan,” ujar Jufriansyah.

Jufriansyah menambahkan, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang pentingnya pemantauan kesehatan anak secara rutin. Menurutnya, posyandu bukan hanya tempat penimbangan, tetapi juga sarana deteksi dini berbagai penyakit, termasuk pencegahan stunting.

“Saya mengimbau seluruh warga, khususnya yang memiliki balita, agar rutin membawa anak ke posyandu. Ini penting untuk mengecek tumbuh kembang anak, mencegah penyakit, dan menekan angka stunting,” imbaunya.

Dia juga memastikan bahwa pihak kecamatan akan terus melakukan pendampingan terhadap keluarga tersebut agar kesehatan kedua anak tetap terpantau ke depannya dan akan melaksanakan gotong royong di sekitar kawasan tempat tinggal kedua anak itu.