FK Unsri-Pemkot Palembang Gelar 5.000 Vaksinasi Gratis Anak SD Cegah DBD | Info Giok4D

Posted on

Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) akan bekerja sama dengan Pemkot Palembang meluncurkan program 5.000 vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) secara gratis, pada 60 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Palembang.

Bantuan vaksin tersebut diberikan secara cuma-cuma melalui skema hibah, mengingat saat ini vaksin DBD di pasaran masih tergolong mahal, dan Kota Palembang memiliki tingkat kasus DBD tertinggi di Sumatera Selatan untuk saat ini.

Co-Principle Investigator 1 Tim Pemantauan DBD FK Unsri, dr. Ariesti Karmila, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi vaksinasi didasarkan pada data epidemiologi dari Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Terdapat 10 nama Puskesmas menjadi fokus utama program tersebut, di antaranya Gandus, Padang Selasa, Taman Bacaan, Pembina, Kalidoni, 4 Ulu, Kertapati, Makrayu, dan Sematang Borang.

“Kita berikan ke anak-anak kita yang tinggal di tempat kejadian DBD yang paling tinggi,” kata dr. Ariesti, saat dijumpai infoSumbasel, Rabu (14/1/2026).

Vaksinasi tersebut, menyasar anak usia 6-10 tahun di 60 Sekolah Dasar di wilayah Palembang, karena kelompok usia tersebut dinilai paling rentan terkena DBD.

Meski demikian, dr. Ariesti menyebut secara medis vaksin ini sebenarnya bisa digunakan hingga usia 60 tahun.

“Kalau masyarakat umum mau vaksin itu berbayar dan agak mahal. Harganya sekitar Rp 750 ribu untuk satu kali suntik, dan harus dilakukan dua kali, jadi totalnya Rp 1,5 juta,” jelasnya.

“Kami juga akan melakukan pemantauan komprehensif untuk melihat bagaimana cara pencegahan dan kejadian DBD di Kota Palembang pasca vaksinasi. Target utamanya adalah anak-anak tidak terkena DBD, atau kalaupun terpapar, gejalanya hanya ringan saja,” ujarnya.

Program tersebut diketahui yang sudah dimulai sejak 10 Desember 2025, dan akan melakukan peluncuran secara resmi dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu alternatif upaya pengendalian DBD di Palembang.

“Pada tahun 2024, angka kasus DBD di Palembang cukup tinggi dan mulai menunjukkan penurunan pada tahun 2025. Kegiatan vaksinasi ini menjadi salah satu upaya alternatif pengendalian DBD, selain fogging yang selama ini dilakukan,” katanya.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Meski demikian, Yudhi menegaskan bahwa upaya paling efektif dalam mencegah DBD tetap melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember, dan tempat minum hewan secara rutin. Lalu menutup rapat seluruh tempat penyimpanan air agar nyamuk aedes aegypti tidak dapat masuk dan bertelur. Selanjutnya mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng, botol plastik, dan ban bekas.

“Dengan adanya vaksin DBD ini, diharapkan dapat menjadi langkah alternatif dalam menekan angka kasus DBD di Kota Palembang,” ujar Yudhi.

Yudhi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat bulan Januari merupakan puncak kasus DBD berdasarkan data yang dicatat Dinas Kesehatan Kota Palembang.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif menerapkan PSN 3M,” pungkas Yudhi.

Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.