Jadwal Gerhana Bulan 2026 Lengkap, Bisakah Dilihat di Indonesia?

Posted on

Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena langit yang kerap kali menarik perhatian publik. Sepanjang 2026 tercatat terdapat dua jenis gerhana bulan yang akan terjadi.

Dilansir dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), gerhana bulan terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada fase bulan purnama. Posisi ini membuat bayangan Bumi menutupi Bulan, sehingga Bulan tampak lebih gelap atau berwarna kemerahan.

Lalu apakah gerhana bulan ini dapat dilihat di Indonesia? Berikut ini infoSumbagsel sajikan informasi seputar gerhana bulan 2026. Yuk, simak!

NASA merilis waktu dan lokasi terjadinya gerhana bulan selama tahun 2026. Tanggal yang tertera untuk setiap gerhana adalah tanggal setempat saat gerhana terjadi.

Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Fenomena ini dapat terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk dalam bayangan inti Bumi sehingga permukaannya tampak lebih gelap dan kemerahan.

Dilansir dari NASA, gerhana bulan total ini bahkan dapat dilihat di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Pasifik, Amerika, bahkan Asia dan Australia. Akan tetapi berdasarkan fase bulan yang dirilis BMKG, keterlihatan gerhana di Indonesia bergantung pada posisi bulan dan kondisi cuaca.

Gerhana bulan sebagian akan menjadi fenomena gerhana terakhir yang terjadi di tahun 2026. Gerhana ini terjadi pada 27 hingga 28 Agustus 2026. Pada peristiwa ini, hanya sebagian Bulan yang masuk ke bayangan bumi.

Melansir dari kalender gerhana internasional, gerhana bulan sebagian dapat diamati di beberapa wilayah dunia, seperti Amerika, Eropa. Afrika, dan Asia Barat. Lalu apakah juga bisa dilihat di Indonesia? Berdasarkan keterangan BMKG mengenai fase Bulan 2026, belum ada kepastian seluruh fase gerhana dapat dilihat dari Indonesia karena bergantung pada waktu terbit Bulan dan kondisi atmosfer.

Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang paling mudah diamati. Berbeda dari Gerhana matahari, gerhana ini dapat dilihat langsung dengan mata telanjang. Berikut tips dan cara melihat gerhana bulan:

Gerhana bulan dapat dinikmati dari mana saja asalkan cuaca berada dalam kondisi bagus dan tidak ada awan yang menutupi langit. Pilih tempat terbuka seperti lapangan, pantai, atau rooftop gedung agar pandangan ke arah langit lebih leluasa.

Kondisi cuaca sangat amat menentukan apakah gerhana bulan dapat dilihat atau tidak. Awan tebal atau hujan deras akan menutupi pandangan. Sebelum hari H, pantau prakiraan cuaca melalui BMKG atau aplikasi cuaca agar infoers dapat memilih lokasi alternatif.

Mengingat Indonesia terbagi menjadi tiga zona waktu (WIB, Wita, WIT), maka jadwal pengamatan gerhana setiap daerah akan berbeda. Misalnya, saat fase gerhana dimulai pukul 21.00 WIB, maka masyarakat yang tinggal di Wita akan melihatnya di pukul 22.00, sedangkan di WIT pukul 23.00.

Salah satu hal istimewa dari gerhana bulan adalah fenomena ini aman dan mampu dilihat dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan kacamata dengan filter khusus. Selain itu, jika menggunakan teleskop maka detail permukaan bulan akan terlihat semakin jelas, seperti kawah dan warna kemerahan saat fase total.

Demikian informasi mengenai jadwal gerhana bulan 2026. Semoga berguna, ya!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

Jadwal dan Lokasi Gerhana Bulan 2026

1. Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

2. Gerhana Bulan Sebagian 27-28 Agustus 2026

Cara Melihat Gerhana Bulan

1. Pilih Lokasi dengan Pandangan Luas

2. Pantau Prakiraan Cuaca

3. Pahami Jadwal Sesuai Zona Waktu

4. Menggunakan Alat Bantu atau Tanpa Alat