Jukir di Palembang Ditemukan Meninggal di Median Jalan, Diduga Sakit

Posted on

Pria paruh baya bernama Fendi (60) ditemukan meninggal dunia di median jalan saat ingin menyeberang. Pria yang berprofesi sebagai juru parkir di sebuah tempat makan itu diduga meninggal karena sakit.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sumpah Pemuda, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (6/1/2026) sekitar 06.00 WIB.

Petugas jaga malam di tempat makan tempat korban bekerja, Anang (40), menjadi saksi mata kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa Fendi telah tinggal di jalanan selama berbulan-bulan, tepatnya di depan ruko-ruko yang berada di sekitar lokasi kerjanya.

“Tidur di depan kedai ini, jam setengah 6 ini kan buka, jadi dia nyeberang pindah ke sana. Kalau kedai ini sudah tutup pindah ke sini lagi,” ujarnya.

Anang menyebut, pagi itu Fendi sedang menyeberang jalan ketika kantong miliknya terjatuh. Saat berusaha mengambil kantong tersebut, korban tampak lemas dan kesulitan.

“Tadi pagi nyebrang, kantong asoynya jatuh. Pas mau diambil nggak kepegang lagi, mungkin karena lemes. Dua kali dia turunin tangan mau ambil itu, nggak kepegang. Jatuh dia, terguling di tengah,” katanya.

“Mungkin ada sakit atau nggak, kan kita nggak tahu juga,” tambahnya.

Setelah itu, Anang langsung memberitahu pegawai dan manager tempat mereka bekerja. Pihak manajemen kemudian menghubungi istri Fendi dan polisi setempat untuk menangani kasus ini.

Dari informasi yang didapat, Fendi sebenarnya memiliki istri dan tempat tinggal di Jalan Kancil Putih. Namun, ia memilih untuk tidur di depan ruko-ruko terdekat dari lokasi kerjanya.

Mendapatkan informasi dari masyarakat adanya seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di Jalan Sumpah Pemuda, Kecamatan IB 1, Palembang polisi langsung mendatangi TKP.

“Setiba di TKP Piket Pawas beserta dengan piket gabungan Fungsi Polsek IB 1 menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat 1 Akp Muslim, Selasa.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Rudianto saat itu ia hendak membuka Toko pempek TPI, melihat korban bangun dari tidur dengan keadaan merintih kesakitan. Korban pergi meninggalkan toko pempek TPI dan pergi mengarah ke warung steak.

Pada saat hendak menyeberang, saksi lain Anang melihat korban sudah semponyongan. Ketika korban berada di tengah-tengah taman trotoar (median), saksi melihat korban langsung berbaring di tengah-tengah median, saksi tidak berani untuk mengecek keadaan korban.

“Dari keterangan saksi-saksi di TKP, bahwa korban terdengar sudah mengeluh sakit. Dari pemeriksaan awal dari tim identifikasi Polrestabes Palembang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap keluarganya.

Lanjut Muslim, saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap keluarga korban. Sebab, setelah dilakukan pengecekan sidik jari, korban beralamat di Jalan Pendidikan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Akan tetapi saat di cek ke alamat tersebut, pihak keluarga korban sudah tidak tinggal di alamat tersebut. Saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan RT setempat.

“Tapi sudah dicari ke alamat sesuai identitas, ternyata keluarga korban sudah pindah dan sudah tidak beralamat di situ lagi. Bagi keluarga atau kerabat yang mengenali atau mengetahui silahkan hubungi Polsek IB 1, saat jenazah korban masih di RS Bhayangkara,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.