Kronologi IRT di Lubuklinggau Bakar Rumah yang Baru Dijual Suaminya

Posted on

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Sulistiawati alias Lilis (29) sengaja membakar rumah yang baru dijual oleh suaminya, Heri. Saat ini, pelaku sudah diamankan polisi.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Patimura, RT-08, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Sabtu (30/8/2025) pukul 13.15 WIB.

Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Rodiman menjelaskan awalnya pelaku mencari suaminya lantaran ia tidak terima bahwa Heri ingin bercerai.

“Kemudian pelaku mencari suaminya di dalam rumah milik M Yani (56) di mana rumah korban menyatu dengan dengan rumah milik suami pelaku yang baru saja dijual,” katanya saat dikonfirmasi infoSumbagsel, Sabtu (30/8/2025).

Meskipun sudah diterangkan bahwa suaminya tidak ada, kata Rodiman, pelaku tetap ngotot ingin masuk ke dalam rumah meskipun sudah dihalangi oleh korban dan anggota keluarganya yang lain.

“Karena kesal, pelaku langsung membakar hordeng (tirai) di ruang samping dan sofa busa di rumah milik suaminya yang baru dijual. Api pun cepat membesar dan langsung menjalar ke rumah Yani di mana rumah mereka berdempetan dan hanya berbatasan tembok dinding,” jelasnya.

Rodiman mengatakan saat warga ingin menolong memadamkan karena api sudah membesar, pelaku langsung melarangnya sambil mengancam akan melemparkan batu kepada siapapun yang mencoba ingin memadamkan api tersebut.

Akhirnya warga tidak berani mendekat sehingga api mulai membesar dan melalap plafon kayu sehingga rumah tersebut pun hangus terbakar.

“Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung datang ke TKP dan mengamankan pelaku serta membantu memadamkan api tersebut. Meskipun api berhasil padam sekitar pukul 16.00 WIB, isi perabotan rumah seperti lemari, kasur, kursi, pakaian, dan perabotan lainnya hangus terbakar. Diperkirakan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 200 juta,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *