Mengapa Ibu Hamil Ngidam? Memahami Keinginan Unik di Masa Kehamilan

Posted on

Masa kehamilan adalah fase yang penuh dengan perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Salah satu fenomena yang paling sering dibicarakan dan hampir selalu menyertai perjalanan seorang ibu hamil adalah ngidam. Pernahkah terpikir, mengapa ibu hamil ngidam?

Ngidam merupakan keinginan mendadak untuk mengonsumsi makanan tertentu. Terkadang dalam kombinasi yang tidak biasa, sering kali menjadi cerita menarik sekaligus tantangan tersendiri bagi keluarga.

Memahami fenomena ini sangat penting agar ibu hamil dan orang-orang di sekitarnya tidak merasa cemas. Berikut ini rangkuman informasi terkait pertanyaan mengapa ibu hamil mengidam. Simak artikelnya berikut ini!

Ngidam dalam istilah medis sering disebut dengan food cravings. Istilah ini adalah keinginan yang sangat kuat dan mendesak untuk mengonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu secara spesifik.

Berbeda dengan rasa lapar biasa, ngidam sering kali muncul secara tiba-tiba dan sulit untuk dialihkan jika keinginan tersebut belum terpenuhi. Secara lebih luas, ngidam mencerminkan interaksi antara perubahan hormon dan kondisi psikologis seseorang.

Dalam buku Panduan Lengkap Kehamilan karya dr. Rita Kristanto, dijelaskan bahwa mengidam merupakan fenomena sensorik. Fenomena mengidam melibatkan indra penciuman dan perasa yang menjadi lebih sensitif selama masa kehamilan.

Hal inilah yang menyebabkan seorang ibu hamil bisa sangat menyukai makanan yang sebelumnya mereka benci, atau sebaliknya, merasa mual saat mencium aroma makanan favorit mereka sebelum hamil.

Fenomena ini biasanya paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan dan intensitasnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia kehamilan.

Penyebab utama ibu hamil ngidam sering kali dikaitkan dengan perubahan drastis pada kadar hormon di dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron. Lonjakan hormon ini memengaruhi reseptor otak yang mengatur nafsu makan dan suasana hati (mood).

Selain faktor hormonal, kelelahan fisik dan stres emosional yang dialami selama masa kehamilan juga dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan yang memberikan rasa nyaman, seperti makanan yang manis atau gurih.

Teori lain menyebutkan bahwa mengidam adalah cara tubuh memberikan sinyal tentang kekurangan nutrisi tertentu. Sebagai contoh, keinginan kuat untuk makan daging merah mungkin menandakan tubuh memerlukan tambahan zat besi, sementara keinginan makan cokelat bisa jadi tanda kekurangan magnesium.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengidam pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan hormon yang memengaruhi indra perasa dan penciuman. Hal ini memicu keinginan kuat terhadap makanan tertentu dan juga merupkan adaptasi tubuh terhadap pertumbuhan janin.

Dalam jurnal ilmiah berjudul Nutritional and Psychological Factors in Pregnancy Cravings yang ditulis oleh Ahmad Fauzi, dijelaskan bahwa ada kaitan erat antara kondisi psikologis ibu dengan jenis makanan yang diinginkan.

Ibu yang merasa cemas cenderung mengidamkan makanan tinggi karbohidrat karena dapat memicu produksi hormon serotonin yang memberikan efek menenangkan secara sementara bagi otak ibu hamil.

Ngidam adalah hal yang sangat wajar dan dialami oleh sebagian besar ibu hamil di seluruh dunia. Selama makanan yang diinginkan masih termasuk dalam kategori makanan sehat dan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, maka tidak ada alasan untuk merasa khawatir.

Ngidam justru bisa menjadi cara bagi ibu hamil untuk menikmati masa kehamilannya dan memenuhi kebutuhan kalori tambahan yang memang diperlukan untuk mendukung perkembangan bayi.

Namun, ngidam perlu diwaspadai jika keinginan yang muncul adalah mengonsumsi benda-benda yang bukan makanan, seperti tanah liat, sabun, arang, atau es batu secara berlebihan. Kondisi ini disebut dengan Pica, yang sering kali menjadi tanda kuat adanya defisiensi nutrisi serius seperti anemia defisiensi besi.

Jika hal ini terjadi, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait kadar mineral dalam tubuh.

Dikutip dari panduan kesehatan ibu dan anak yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan, mengidam adalah proses fisiologis yang normal selama tidak mengganggu asupan gizi seimbang. Ibu hamil disarankan untuk tetap bijak dalam memilih makanan agar berat badan tetap terkontrol dan terhindar dari risiko diabetes gestasional.

Buku Gizi Ibu Hamil dan Menyusui karya Hardinsyah juga menekankan bahwa kunci dalam menghadapi masa mengidam adalah keseimbangan. Ibu hamil diperbolehkan mengikuti keinginan mengidamnya, namun tetap harus memprioritaskan makanan yang mengandung asam folat, kalsium, dan protein.

Dengan pengetahuan yang tepat, mengidam dapat dihadapi dengan bijak. Itulah jawaban dan informasi terkait pertanyaan mengapa ibu hamil ngidam.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

Definisi Ngidam

Mengapa Ibu Hamil Ngidam?

Apakah Ngidam Adalah Hal yang Wajar?