Sebagai manusia, tidak bisa disangkal bahwa setiap harinya kita melakukan kesalahan dan dosa. Ini merupakan hal wajar dilakukan oleh seseorang. Maka dari itu, jika sadar telah melakukan kesalahan, kita harus bergegas memohon ampun dan bertaubat.
Hal ini sejalan dengan Kitab Suci umat Islam atau Al-Qur’an yang menganjurkan manusia untuk senantiasa meminta ampunan melalui surah At Tahrim ayat 8, yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan Nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya.
Selain itu, anjuran ini juga diperkuat dengan sabda Nabi kita Muhammad SAW yang berbunyi:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat,” (HR Ibnu Majah).
Jenis taubat ada beragam, ada yang dibagi berdasarkan penyebab, tingkatan, hingga cakupannya. Berikut, infosumbagsel rangkum apa saja macam-macam taubat yang ada dalam islam. Yuk simak!
Mengutip melalui buku Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto yang berjudul Tafsir Ar-Rahmah, menjelaskan bahwa Ibnu Fariz dalam kitabnya yang berjudul Mu’jam Maqoyisul Lughah mengartikan taubat sebagai proses kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT.
Berarti taubat dapat diartikan sebagai proses seseorang menyesali dosa, berhenti dari maksiat dan berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan, serta mengganti semua perbuatannya dengan melakukan amalan baik.
Setiap orang memiliki dorongan yang berbeda-beda saat kembali kepada Allah. Para ulama membaginya menjadi tiga jenis utama:
A. Taubat Inabah
Taubat ini didasari oleh rasa takut akan siksa Allah (Khauf). Seseorang bertaubat karena ia menyadari pedihnya azab neraka dan takut akan murka Illahi. Ini adalah tahap awal yang sangat baik bagi setiap hamba untuk menjauhi kemaksiatan.
B. Taubat Istijabah
Tingkatan ini lebih tinggi dari Inabah. Taubat Istijabah muncul karena rasa malu (Haya’) kepada Allah. Hamba tersebut merasa malu karena meskipun ia terus berbuat dosa, Allah tetap memberikan rezeki, kesehatan, dan kasih sayang-Nya yang melimpah. Ia bertaubat bukan karena takut dipukul, tapi karena malu pada kebaikan Sang Pemberi.
C. Taubat Ahli Ma’rifat
Ini adalah taubatnya para kekasih Allah. Mereka bertaubat bukan karena melakukan dosa besar, melainkan karena merasa lalai sejenak dari mengingat Allah. Motivasi utamanya adalah cinta yang mendalam dan pengenalan (Ma’rifat) yang sempurna kepada Allah SWT.
Ibnu Taimiyah dan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memberikan klasifikasi yang membantu kita mengukur kualitas pertobatan kita:
A. Taubat Wajib (Menurut Ibnu Taimiyah)
Taubat ini bersifat fardu ‘ain. Seseorang wajib bertaubat apabila ia melakukan dosa-dosa besar yang diharamkan Allah atau ketika ia meninggalkan kewajiban utama, seperti meninggalkan shalat atau zakat.
B. Taubat Sunnah (Menurut Ibnu Taimiyah)
Taubat ini dilakukan bukan karena dosa besar, melainkan sebagai bentuk penyempurnaan diri. Contohnya adalah menyesali diri karena meninggalkan amalan sunnah atau melakukan hal-hal yang bersifat makruh (hal yang dibenci Allah tapi tidak berdosa).
C. Taubat Orang Awam (Menurut Syekh Abdul Qadir)
Bagi orang awam, taubat berarti berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku lahiriah dari sifat tercela menjadi akhlak yang terpuji.
D. Taubat Orang Khusus
Pada tingkat ini, taubat bukan lagi soal meninggalkan maksiat fisik, melainkan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah. Mereka berfokus pada peningkatan amal ma’rifat dan kedekatan spiritual yang konstan.
E. Taubat Nasuha
Inilah puncak dari segala jenis taubat. Taubat Nasuha adalah taubat yang murni, tulus, dan dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa ada niatan untuk kembali pada dosa tersebut selamanya.
Berdasarkan luasnya dosa yang ingin dibersihkan, taubat dibagi menjadi dua:
Taubat tidak akan sempurna jika tidak melibatkan tiga unsur utama manusia: hati, lisan, dan perbuatan.
Meskipun Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, ada beberapa dosa besar yang harus dihindari dan jangan sampai dilakukan oleh umat islam, yaitu:
Untuk memastikan macam-macam taubat di atas bernilai di sisi Allah, pastikan memenuhi rukun-rukun berikut:
Memahami macam-macam taubat menyadarkan kita bahwa setiap info adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Apakah kita bertaubat karena takut (Inabah) atau karena cinta (Ma’rifat), yang terpenting adalah konsistensi kita untuk selalu kembali kepada Allah.
Ingatlah, sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat. Jangan menunggu ajal menjemput untuk bersujud dan memohon ampunan-Nya.
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Kementerian Agama







