Khoirudin (40) seorang nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung ditemukan tewas terapung di laut. Ia tenggelam hingga ditemukan tewas usai kapalnya terbalik.
Jenazahnya ditemukan pada Minggu (25/01) pagi pukul 07.30 WIB oleh nelayan dan tim SAR gabungan.
Komandan Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli mengatakan pencarian dilakukan berdasarkan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.
“Pagi tadi, korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik tenggelam dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Usai ditemukan, Robi bilang jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga. Ia juga menerangkan, dengan ditemukannya tubuh Khoirudin maka operasi pencarian dihentikan.
“Sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh Unsur SAR Gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” ungkap Robi.
Robi menerangkan peristiwa tenggelamnya kapal dan korban terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pukul 06.00 WIB.
“Saat itu perahu yang ditumpangi korban mengalami mati mesin dan saat hendak menepi ke muara. Perahu tersebut kemudian terbalik dan terbawa arus. Satu nelayan lainnya, Supri, berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sementara Khoirudin dinyatakan hilang,” tuturnya.
Atas peristiwa tersebut, Basarnas menghimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan kelayakan kapal sebelum melaut guna meminimalisir risiko kecelakaan di laut.







