Pagar Way Kambas Dibangun, TNI Turun Tangan Redam Konflik Warga-Gajah

Posted on

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan pembangunan pagar permanen di sepanjang batas Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Pemagaran ini sebagai upaya mengatasi konflik antara gajah liar dan warga desa penyangga.

Pagar pembatas tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 60 hingga 70 kilometer dan mulai dikerjakan pada 2026. Saat ini, proyek masih berada pada tahap survei lokasi.

Pembangunan pagar akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, keselamatan satwa, serta perlindungan terhadap masyarakat di sekitar kawasan TNWK.

Sambil menunggu pembangunan rampung, TNI dikerahkan untuk membantu mengantisipasi masuknya kawanan gajah liar ke permukiman warga.

Panglima Kodam XX/21 Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan keterlibatan prajurit merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah.

“Personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu membantu masyarakat desa penyangga dalam menghalau gajah liar serta menjaga keamanan wilayah sekitar Taman Nasional Way Kambas,” kata Kristomei, Selasa (26/1/2026).

Konflik antara manusia dan gajah di kawasan Way Kambas telah berlangsung selama puluhan tahun. Warga kerap mengalami kerugian akibat rusaknya lahan pertanian dan fasilitas umum. Sejumlah peristiwa juga menimbulkan korban jiwa.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyebut sinergi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

“Keterlibatan TNI sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalkan ancaman gajah liar ke permukiman, selain pembangunan infrastruktur pengamanan,” ujar Ela.

Pemerintah berharap pembangunan pagar permanen dapat menjadi solusi jangka panjang agar gajah tetap berada di habitat alaminya, sementara masyarakat desa penyangga dapat beraktivitas dengan aman.

Sebelumnya, konflik gajah kembali memakan korban jiwa setelah Kepala Desa Braja Asri, Darusmas, meninggal dunia akibat serangan gajah liar saat berupaya melindungi wilayah desanya.