Pemerintah Kota Palembang memperkuat layanan kesehatan darurat dengan menambah 13 unit mobil ambulans, terdiri dari 10 ambulans untuk puskesmas dan 3 ambulans untuk PSC 119. Penambahan ini dilakukan bersamaan dengan peresmian lima puskesmas rawat inap di Kota Palembang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, mengatakan ambulans tersebut diprioritaskan untuk Puskesmas yang menyelenggarakan layanan rawat inap, baik yang sudah beroperasi tahun ini maupun yang akan dibangun pada tahun berikutnya.
“Total ada 13 ambulans yang kita serahkan hari ini. Sepuluh unit untuk puskesmas rawat inap dan tiga unit untuk PSC 119,” katanya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Ia menjelaskan, 10 unit ambulans puskesmas dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2024 yang dibelanjakan pada 2025.
Sementara 3 ambulans PSC 119 menggunakan APBD Kota Palembang dan dirancang khusus berukuran kecil agar dapat menjangkau gang-gang sempit di kawasan permukiman padat.
“Untuk 10 unit ambulans, pembiayaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Silpa tahun 2024 dan dibelanjakan pada tahun 2025 untuk pengadaan ambulans. Sementara itu, 3 unit ambulans PSC menggunakan APBD Kota Palembang. Ambulans PSC ini berupa mobil Wuling listrik yang dirancang agar dapat masuk ke gang-gang kecil,” jelasnya.
Ambulans tersebut akan ditempatkan di sejumlah Puskesmas rawat inap, di antaranya Puskesmas 7 Ulu, Gandus, Plaju, Kertapati, Sei Selincah, Sematang Borang, dan Basuki Rahmat.
Selain penambahan ambulans, Pemkot Palembang juga meresmikan lima Puskesmas Rawat Inap, yakni Puskesmas Basuki Rahmat, Sukarame, Alang-Alang Lebar, Sei Selincah, dan Sematang Borang. Peresmian ini menyusul Puskesmas Pembina yang telah lebih dulu diluncurkan pada Mei 2025.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, penambahan ambulans dan puskesmas rawat inap merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kita ingin pelayanan kesehatan lebih cepat, lebih dekat, dan tidak menyulitkan warga. Dengan adanya puskesmas rawat inap dan ambulans ini, masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit,” ujar Ratu Dewa.
Ia menambahkan, ke depan setiap puskesmas ditargetkan memiliki dukungan dokter spesialis guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar.
“Target kami ke depannya nanti setiap puskesmas itu harus ada dokter spesialis dalam tahap membantu masyarakat untuk berobat,” ungkapnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com







