Produksi Batu Bara Sumsel Minus 55 Juta Ton dari Target 164

Posted on

Produksi batu bara Sumatera Selatan mencapai 108,45 juta ton. Meski kembali mencapai 100 juta ton, angkanya masih minus 55,8 juta ton dari target yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton.

“Realisasi produksi batu bara Sumsel sudah mencapai 108,45 juta ton, sementara target 164,27 juta ton. Data itu per awal November 2025, untuk sisa dua bulan terakhir belum terekap,” ujar Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Armaya Sentanu Pasek, Kamis (1/1/2026).

Dia berharap dalam sisa dua bulan terakhir hasil rekap produksi batu bara akan meningkat. Setidaknya menyamai capaian produksi 2024 yang mencapao 113,24 juta ton.

“Lebih kurang bisa sama seperti tahun 2024,” katanya.

Dari angka realisasi produksi 108,45 juta ton, Tanu menyebut produksi tertinggi berasal dari Lahat dan Muara Enim yang mencapai 85 juta ton. Rinciannya, Lahat 43 juta ton dan Muara Enim 42 juta ton.

“Kemudian Muba 12,9 juta ton, Muratara 8,5 juta ton, Banyuasin 4,85 juta ton, PALI 901 ribu ton, dan OKU 901 ribu ton,” katanya.

Rendahnya realisasi produksi batu bara itu diduga akibat kendaraan batu bara yang tak leluasa melintas di jalan umum. Terlebih banyak penolakan dari masyarakat karena mengakibatkan jalan rusak, kecelakaan lalu lintas, hingga imbas kejadian ambruknya jembatan.

“Bisa juga karena penutupan (jalan), sehingga produksi mengalami kendala,” katanya.

Untuk target 2026, Tanu belum bisa menyebutkan karena angkanya nanti akan ditentukan Kementerian ESDM. Namun, diprediksi target produksi batu bara Sumsel masih di kisaran 100 jutan ton.