Sekolah Rakyat Palembang hadir sebagai harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah berasrama ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menerapkan sistem pemetaan bakat untuk mengoptimalkan potensi setiap siswa.
Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Sentra yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial ini berlokasi di Jalan Sosial, Kelurahan Suka Bangun, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Sentra Palembang Diana Nursanti menjelaskan sekolah ini mulai menerima siswa sejak 14 Juli 2025, ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kata Diana, penerimaan peserta didik dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kategori desil 1 dan 2, yang kemudian diverifikasi langsung ke lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Sekolah ini memang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu, bukan karena prestasi atau kepintaran. Setelah mereka masuk, barulah kami memetakan bakat mereka, melalui talents mapping,” ujarnya, Jumat (23/01/2026).
Saat ini, Sekolah Rakyat Palembang menampung 97 siswa dari kapasitas maksimal 100 siswa, yang terbagi ke dalam empat kelas dan dibimbing oleh 13 guru berstatus PPPK dari Kementerian Sosial.
Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari pendidikan, asrama, perlengkapan sekolah, hingga konsumsi harian. Para siswa mendapatkan makan tiga kali sehari dan dua kali snack dengan menu bergizi yang telah diatur secara khusus.
“Ini gratis. Jadi makan tiga kali sehari, snack-nya dua kali. Peralatan alat tulis-menulis disiapkan, alat kebersihan juga disiapkan,” ujarnya.
Berbeda dengan sekolah konvensional, Sekolah Rakyat Palembang menerapkan sistem berasrama penuh dan multi entry-multi exit, sehingga siswa tidak harus masuk pada tahun ajaran baru.
“Kita kan multi entry, multi exit ya. Jadi pembelajaran tuh ada modulnya, ada LMS-nya. Jadi anak-anak ini tidak harus masuk di tahun ajaran baru,” jelasnya.
Usia peserta didik pun beragam, mulai dari 14 hingga 17 tahun, sebagian di antaranya merupakan anak yang terlambat mengenyam pendidikan formal.
Diana berharap Sekolah Rakyat Palembang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan media, agar semakin dikenal dan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
“Harapannya semua pihak itu mendukung. Karena berperan aktif di sekolah rakyat ini bukan hanya kepala sekolahnya atau gurunya saja, tapi semua pihak termasuk pemerintah, media juga harus mendukung. Karena ini program Presiden, dan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom







