PT Pertamina Patra Niaga memulai pengenalan dan penyaluran produk BBM Biosolar B40 Performance (PF) di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Tahap awal penyalurannya hanya untuk segmen industri.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, menyampaikan bahwa B40PF dikembangkan sebagai solusi untuk menjaga keandalan mesin industri yang beroperasi secara berkelanjutan.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Biosolar B40 Performance dirancang untuk menjaga kebersihan injektor, menekan kecenderungan penyumbatan filter (filter blocking tendency), serta memastikan performa mesin tetap stabil dalam operasional industri. Produk ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi energi yang andal bagi konsumen industri,” ujar Erwin saat Penjualan Perdana Nasional Produk Biosolar B40 PF Segmen Konsumen Regional, Senin (26/1/2026).
Erwin menambahkan, dibandingkan dengan biosolar B40 konvensional, B40PF mampu menurunkan potensi penurunan daya atau power loss, sekaligus memperlancar aliran bahan bakar melalui sistem mesin. Dengan demikian, efisiensi dan keandalan operasional industri dapat lebih terjaga.
Khusus di wilayah Regional Sumbagsel, penyaluran perdana Biosolar B40 Performance mulai dilakukan pada Senin (26/01/2026) kepada konsumen industri yang telah terdaftar. Penyaluran awal ini menjadi langkah implementasi nyata Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan produk Biosolar berkualitas tinggi guna mendukung kelancaran operasional sektor industri di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Sebelum dipasarkan, Biosolar B40 Performance telah melalui serangkaian pengujian laboratorium serta uji lapangan untuk memastikan manfaat produk dapat dirasakan secara optimal oleh konsumen, sekaligus memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional.
Saat ini, Biosolar B40 Performance dipasarkan dalam skema business-to-business (B2B) untuk konsumen industri.
Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Frilo Fitrasali Hutagalung menambahkan, produk B40 PF akan ditawarkan ke sejumlah industri di lima provinsi wilayah Sumbagsel. Wilayah ini menjadi regional pertama yang memasarkan B40 Performance, karena dinilai memiliki potensi pasar yang tinggi.
“Untuk Sumbagsel, penggunaan B40 sebagai BBM solar itu sangat banyak, karena banyak sekali industri di sini. Mulai dari industri tambang batu bara, ada juga perkebunan,” ujar Frilo.
Pada tahap awal, pihaknya belum menetapkan target penjualan ke industri. Fokus saat ini adalah memperkenalkan produk kepada konsumen industri agar dapat mulai menggunakannya.
“Kami harapkan konsumen mendapat experience dari penggunaam B40 PF. Nah, dari situ baru kami bisa menetapkan target. Kita juga akan melihat ke depannya, apakah ini juga akan bisa applicable di level yang lain (dipasarkan di SPBU),” katanya.
Frillo menjelaskan, B40 Performance dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih bersih. Produk ini mampu mengatasi sifat higroskopis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang kerap menyebabkan korosi, penumpukan pengotor pada jalur BBM, hingga gangguan pada engine dan injector.
“Dari hasil pengujian kami, B40 PF dapat meningkatkan efisiensi 6% dari penggunaam Biosolar biasa,” katanya.
Sementara itu, Integrated Terminal Manager Palembang M Ali Ba’bud mengatakan rata-rata penyaluran solar dari terminal Kertapati ke depot di Sumsel untuk konsumen industri, ritel, dan depot, mencapai 4.000 kiloliter per hari.
“Kurang lebih 4 ribuan liter per hari untuk biosolar B40, termausk untuk kebutuhan depot di Baturaja, Lahat, dan Lubuklinggau dan konsumen retail,” imbuhnya.







