Memilih warna dinding untuk rumah bukan sekadar estetika. Warna mempengaruhi suasana hati hingga menciptakan ilusi ruang sebuah hunian. Untuk itu perlu memperhatikan pilihan warna dinding rumah.
Dalam buku 222 Tips Jitu Menata Rumah Usaha oleh Anjar Primasetra, warna memberikan kehidupan bagi mata dan perasaan manusia yang melihatnya. Dari warna, mampu memberikan kesan hangat, dingin, ceria, sedih, dan lainnya.
Kesalahan dalam menentukan palet warna dapat membuat ruangan terasa sempit, suram, atau bahkan memicu stres bagi penghuninya. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai tips pilih warna dinding rumah yang bisa dijadikan panduan.
Penggunaan warna biru muda pada dinding rumah sangat disarankan karena makna psikologisnya yang melambangkan kedamaian, ketenangan, dan kepercayaan. Warna ini membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung, cocok diaplikasikan pada kamar tidur.
Atmosfer yang dihasilkan oleh biru muda mampu menciptakan perasaan rileks dan membantu mengatasi gangguan sulit tidur bagi penghuninya.
Selain biru, warna hijau terutama varian sage atau hijau daun merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menciptakan keseimbangan. Hijau melambangkan kesegaran alam dan pertumbuhan yang memberikan efek menyejukkan mata.
Warna ini sangat efektif dalam mengurangi tingkat stres setelah seharian beraktivitas. Mengaplikasikan warna hijau pada ruang keluarga atau ruang kerja dapat membantu pikiran tetap jernih dan memberikan rasa aman yang konsisten di dalam rumah.
Putih dan krem tetap menjadi pilihan utama yang sangat tepat karena melambangkan kesucian, kebersihan, dan kesederhanaan. Warna warna terang ini memiliki sifat memantulkan cahaya matahari, sehingga ruangan yang sempit akan tampak jauh lebih luas dan lega.
Penggunaan warna putih memberikan fleksibilitas tinggi karena sangat mudah dipadukan dengan berbagai gaya furnitur, sekaligus memberikan kesan rumah yang selalu rapi dan terorganisir.
Pilihan lain yang sangat direkomendasikan adalah kelompok warna earth tone seperti coklat muda atau terakota yang melambangkan stabilitas dan keakraban.
Warna-warna yang terinspirasi dari unsur bumi ini mampu memberikan rasa nyaman dan hangat bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Ruang tamu yang menggunakan palet warna ini akan terasa lebih intim dan bersahabat, sehingga tamu yang berkunjung merasa lebih diterima dan tenang saat berbincang.
Meskipun memberikan kesan berenergi, warna merah menyala pada dinding rumah kurang tepat. Penggunaan warna merah pada dinding kamar tidur atau ruang santai justru dapat meningkatkan kecemasan.
Demikian pula dengan warna oranye yang terlalu cerah karena dapat memberikan kesan kegaduhan visual yang mengganggu. Oranye melambangkan kegembiraan yang berlebihan yang jika ditearpkan pada seluruh sisi dinding akan membuat ruangan terasa sangat panas dan melelahkan indra penglihatan.
Warna hitam pekat sangat tidak disarankan untuk mendominasi dinding rumah karena maknanya yang berkaitan dengan kedukaan, misteri, dan kesuraman.
Dinding yang terlalu gelap dapat memperburuk suasana hati bagi penderita depresi atau mereka yang sering merasa kesepian, karena atmosfer yang dihasilkan cenderung terasa mencekik dan tertutup.
Abu-abu tua dengan undertone yang dingin juga sebaiknya dihindari jika tidak memiliki pencahayaan yang sangat baik. Tanpa perpaduan dekorasi yang hangat, dinding abu-abu tua akan membuat rumah terlihat kusam.
Cahaya memiliki peran mengubah tampilan warna cat di dinding. Warna yang terlihat bagus di toko bangunan belum tentu terlihat sama saat diaplikasikan di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh sumber cahaya, baik itu cahaya alami dari matahari maupun cahaya lampu elektrik.
Ruangan yang menghadap ke utara cenderung mendapatkan cahaya yang kebiruan dan dingin, sehingga warna cat mungkin akan terlihat lebih kusam. Untuk menyiasatinya, pilihlah warna-warna yang memiliki undertone hangat.
Sementara itu, cahaya lampu pijar yang kekuningan akan membuat warna hangat terlihat lebih menyala, namun bisa membuat warna dingin terlihat agak keabu-abuan.
60 persen merupakan warna dominan yang biasanya diaplikasikan pada dinding utama. Warna ini menjadi latar belakang keseluruhan ruangan. Angka 30 persen adalah warna sekunder yang diaplikasikan pada furnitur, gorden, atau area dinding tertentu sebagai aksen.
Sedangkan 10 persen sisanya adalah warna aksen yang lebih berani, biasanya ditemukan pada bantal sofa, hiasan dinding, atau dekorasi kecil lainnya. Rumus ini memastikan bahwa kombinasi warna di dalam rumah tidak terlihat berlebihan atau membosankan.
Mengikuti tren warna yang sedang populer memang menarik, namun harus tetap mempertimbangkan jangka panjang. Warna-warna yang sangat mencolok atau sedang viral mungkin akan terasa membosankan dalam beberapa tahun ke depan.
Memilih warna netral sebagai dasar adalah strategi yang paling aman. Jika ingin memasukkan unsur tren. Warna netral seperti abu abu dan krem pilihan tepat karena sifatnya yang abadi dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya dekorasi dari tahun ke tahun.
Oleskan sedikit cat pada bagian dinding yang terkena cahaya matahari langsung dan bagian yang lebih gelap. Perhatikan perubahan warnanya pada pagi, siang, dan malam hari.
Langkah ini sangat penting untuk menghindari kekecewaan setelah seluruh dinding dicat. Banyak orang sering mengabaikan tahap ini dan akhirnya harus mengeluarkan biaya karena warna yang dihasilkan tidak sesuai.
Jika lantai menggunakan material kayu berwarna gelap, maka dinding dengan warna yang lebih terang akan membantu menyeimbangkan suasana. Keselarasan antar elemen ini akan menciptakan keseimbangan.
Untuk bagian plafon, biasanya warna putih adalah pilihan terbaik karena memberikan kesan langit-langit yang tinggi. Namun, jika ingin menciptakan suasana yang lebih dramatis, mengecat plafon dengan wara muda dari warna dinding dapat memberikan efek visual yang unik dan modern.
Fungsi dari sebuah ruangan harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih warna. Ruang kerja atau kantor di rumah memerlukan warna yang dapat meningkatkan fokus dan produktivitas, seperti warna hijau muda atau kuning lembut.
Warna hijau dipercaya dapat mengurangi kelelahan mata saat bekerja di depan layar komputer. Untuk ruang tamu, pilihlah warna yang memberikan kesan ramah dan terbuka bagi tamu yang berkunjung.
Warna warna bumi seperti coklat muda atau terakota dapat menciptakan kesan yang hangat dan bersahabat. Penyesuaian warna dengan fungsi ruang akan memaksimalkan kegunaan.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang terstruktur, setiap orang dapat memiliki rumah impian dengan suasana yang diinginkan. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan dan pastikan warna yang dipilih tepat untuk hunian.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
Pilihan Warna untuk Suasana Rumah
1. Biru Muda dan Hijau untuk Ketenangan
2. Warna Netral dan Earth Tone untuk Kesan Luas
Pilihan Warna yang Tidak Tepat dan Perlu Dihindari
1. Merah Menyala dan Oranye yang Terlalu Dominan
2. Hitam dan Abu-abu Tua Terkesan Suram
Memahami Psikologi Warna Sebelum Membeli Cat
1. Warna dengan Pencahayaan Ruangan
2. Rumus Perbandingan Warna 60-30-10
3. Tren Warna dan Keawetannya
4. Menguji Sampel Warna pada Area Kecil
5. Warna Dinding dengan Lantai dan Plafon
6. Menyesuaikan Warna dengan Fungsi Ruang
Cahaya memiliki peran mengubah tampilan warna cat di dinding. Warna yang terlihat bagus di toko bangunan belum tentu terlihat sama saat diaplikasikan di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh sumber cahaya, baik itu cahaya alami dari matahari maupun cahaya lampu elektrik.
Ruangan yang menghadap ke utara cenderung mendapatkan cahaya yang kebiruan dan dingin, sehingga warna cat mungkin akan terlihat lebih kusam. Untuk menyiasatinya, pilihlah warna-warna yang memiliki undertone hangat.
Sementara itu, cahaya lampu pijar yang kekuningan akan membuat warna hangat terlihat lebih menyala, namun bisa membuat warna dingin terlihat agak keabu-abuan.
60 persen merupakan warna dominan yang biasanya diaplikasikan pada dinding utama. Warna ini menjadi latar belakang keseluruhan ruangan. Angka 30 persen adalah warna sekunder yang diaplikasikan pada furnitur, gorden, atau area dinding tertentu sebagai aksen.
Sedangkan 10 persen sisanya adalah warna aksen yang lebih berani, biasanya ditemukan pada bantal sofa, hiasan dinding, atau dekorasi kecil lainnya. Rumus ini memastikan bahwa kombinasi warna di dalam rumah tidak terlihat berlebihan atau membosankan.
Mengikuti tren warna yang sedang populer memang menarik, namun harus tetap mempertimbangkan jangka panjang. Warna-warna yang sangat mencolok atau sedang viral mungkin akan terasa membosankan dalam beberapa tahun ke depan.
Memilih warna netral sebagai dasar adalah strategi yang paling aman. Jika ingin memasukkan unsur tren. Warna netral seperti abu abu dan krem pilihan tepat karena sifatnya yang abadi dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya dekorasi dari tahun ke tahun.
Oleskan sedikit cat pada bagian dinding yang terkena cahaya matahari langsung dan bagian yang lebih gelap. Perhatikan perubahan warnanya pada pagi, siang, dan malam hari.
Langkah ini sangat penting untuk menghindari kekecewaan setelah seluruh dinding dicat. Banyak orang sering mengabaikan tahap ini dan akhirnya harus mengeluarkan biaya karena warna yang dihasilkan tidak sesuai.
Jika lantai menggunakan material kayu berwarna gelap, maka dinding dengan warna yang lebih terang akan membantu menyeimbangkan suasana. Keselarasan antar elemen ini akan menciptakan keseimbangan.
Untuk bagian plafon, biasanya warna putih adalah pilihan terbaik karena memberikan kesan langit-langit yang tinggi. Namun, jika ingin menciptakan suasana yang lebih dramatis, mengecat plafon dengan wara muda dari warna dinding dapat memberikan efek visual yang unik dan modern.
Fungsi dari sebuah ruangan harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih warna. Ruang kerja atau kantor di rumah memerlukan warna yang dapat meningkatkan fokus dan produktivitas, seperti warna hijau muda atau kuning lembut.
Warna hijau dipercaya dapat mengurangi kelelahan mata saat bekerja di depan layar komputer. Untuk ruang tamu, pilihlah warna yang memberikan kesan ramah dan terbuka bagi tamu yang berkunjung.
Warna warna bumi seperti coklat muda atau terakota dapat menciptakan kesan yang hangat dan bersahabat. Penyesuaian warna dengan fungsi ruang akan memaksimalkan kegunaan.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang terstruktur, setiap orang dapat memiliki rumah impian dengan suasana yang diinginkan. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan dan pastikan warna yang dipilih tepat untuk hunian.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.







