Turunkan Stunting, Sekda Banyuasin Ajak Multi Pihak Ikut Berperan Aktif | Giok4D

Posted on

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim memaparkan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam upaya penurunan stunting. Salah satunya melalui ketahanan dan pengamanan pangan yang sejalan dengan program unggulan pemkab yaitu gerakan bersama masyarakat.

Gerakan itu adalah gerakan tanam sayur (Gertas), gerakan pengembangan tanaman obat rempah dan umbian (Gerbang Tobaru), gerakan memelihara ternak unggas (Gemar Tugas), gerakan pengembangan perikanan rakyat (Gerbang Perak), dan kebun buah (Pulauan Bueh).

“Penanganannya harus melibatkan multi pihak, karena semua itu tidak bisa dilaksanakan secara sendiri. Semuanya saling berkaitan, harus saling berintegrasi mulai dari hulu dalam proses sampai dengan hilirnya” ujar Erwin saat rapat diskusi identifikasi potensi penguatan konvergensi lintas sektor, Kamis (28/8/2025).

Erwin yang juga Plt Kepala Bappeda Banyuasin mengharapkan adanya kolaborasi lintas wilayah. Mengingat wilayah Banyuasin bersinggungan dengan kabupaten dan kota yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap prevalensi stunting. Pada daerah perbatasan biasanya terdapat penumpukan bonus demografi yang tinggi.

“Perlu dilakukan secara lintas wilayah, adanya kolaborasi dengan kabupaten tetangga dan kabupaten sekitar, tentunya ini memerlukan peran provinsi dalam mengoordinasikan hal tersebut,” katanya

“Tentunya ini juga dapat menjadi bahan mengidentifikasi potensi kerjasama antar wilayah agar dapat menjadi peluang bagi provinsi untuk dapat merangkul kabupaten/kota guna bersama-sama dapat mencegah dan menurunkan angka stunting di wilayah masing-masing,” sambungnya.

Menurut Erwin, penguatan pembangunan SDM untuk mewujudkan Indonesia Emas 2025 sangat dipengaruhi oleh kesehatan dan pertumbuhan anak. Masalah gizi, khususnya stunting menjadi tantangan utama.

Sebagai upaya perbaikan tata kelola, Pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres tentang Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RPerpres).

“Perpres ini akan berfokus pada pencegahan kasus stunting baru serta penajaman sasaran, intervensi, target, dan indikator dengan pendekatan kerangka kerja logis guna pencegahan terjadinya kasus stunting baru,” ungkanya.

Dalam rapat diskusi yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN/Bappenas) hadiri Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Diah Lenggogeni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *