Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengingatkan potensi banjir masih mengintai sejumlah wilayah seiring puncak musim hujan. Hal ini menyusul meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi yang terjadi hampir merata di 17 kabupaten/kota, terutama di daerah bantaran sungai dan dataran rendah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan banjir berpotensi terjadi apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan debit sungai hingga meluap ke permukiman warga.
“Kalau hujannya deras dan durasinya lama, pasti berpotensi banjir, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan dataran rendah,” kata Sudirman saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Sumatera Selatan masih berada di puncak musim penghujan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai, khususnya Sungai Musi dan Sungai Baung, mengalami peningkatan dan mengalir ke wilayah hilir.
Sudirman menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena luapan air berisiko kembali masuk ke kawasan permukiman, terutama jika air sungai sedang pasang. Oleh karena itu, BPBD terus mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Terkait banjir yang terjadi di Kabupaten OKU Timur, Sudirman memastikan penyebab utama adalah curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama, sehingga sungai meluap dan air tertahan akibat debit yang sedang meningkat. Akibatnya, air kembali menggenangi permukiman warga.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sumsel terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota serta pihak terkait lainnya. BPBD Sumsel juga telah menurunkan dua tim reaksi cepat ke OKU Timur untuk membantu penanganan dan evakuasi warga terdampak.
Sudirman juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengantisipasi potensi banjir dengan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan BMKG.
“Yang utama itu kewaspadaan dan mitigasi awal. Kami terus menyampaikan peringatan dini melalui kabupaten/kota dan berbagai media agar masyarakat, khususnya yang tinggal di pinggiran sungai, bisa bersiap sejak awal,” ujarnya.
Selain OKU Timur, genangan air juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tepatnya di Kecamatan Mesuji dan Lempuing. Namun, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan mulai berangsur surut dan berangsur normal.
BPBD Sumsel mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini, serta meningkatkan kewaspadaan selama intensitas hujan masih tinggi di wilayah Sumatera Selatan.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







