Jahe merupakan tanaman herbal bernama latin Zingiber officinale rosc yang memiliki beberapa jenis. Salah satunya yakni jahe merah atau jahe sunti yang mempunyai nama latin Z. Officinale var rubrum.
Dalam buku Khasiat dan Manfaat Jahe Merah oleh Maria Putri, pembagian jahe dilakukan berdasarkan ukuran, rasa, bentuk, warna rimpang, dan aroma. Jahe merah memiliki banyak manfaat sering sering digunakan masyarakat sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit.
Selain warna merah yang melekat, jahe merah memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dengan jahe lainnya. Berikut beberapa ciri-ciri jahe merah untuk kamu ketahui.
Jahe merah memiliki bentuk yang kecil. Selain itu, rimpangnya berbentuk lapisan berwarna jingga muda sampai merah. Pada umumnya memiliki ukuran 4,20 hingga 4, 26 centimeter.
Daun pada tumbuhan ini memiliki warna hijau gelap.Bentuknya selang seling teratur.
Batangnya berwarna hijau muda kemerahan. Bentuknya bulat kecil diselubungi pelepah daun agak keras. Selain itu, tanaman jahe merah memiliki tinggi sekitar 68 hingga 103 centimeter.
Jahe merah memiliki aroma yang sangat tajam dan pedas. Minyak atsiri dari kandungan yang terdapat pada jahe merah sekitar 2,58 hingga 3,50% sementara kadar oleoresin sekitar 5,8 hingga 6,3 %.
Ada banyak manfaat dari jahe merah yang bisa dirasakan tubuh bila dikonsumsi sesuai takaran. Manfaat tersebut yakni:
Jahe merah bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan antioksidan dan imunomodulator seperti flavonoid dapat membantu tubuh melawan radikal bebas.
Tidak hanya itu, jahe merah dapat membantu menstimulasi peningkatan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Dalam jurnal Pendampingan Pemanfaatan Jahe Merah Sebagai Bahan Pengobatan Non-Farmakologi pada Masyarakat Desa Karang Bayan oleh Dramawan dkk, mengompres dengan jahe merah berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada penderita pengapuran sendi.
Senyawa gingerol dan shogaol memiliki sifat anti inflamasi yang bekerja dengan menekan mediator peradangan.
Bagi penderita diabetes tipe 2, jahe merah bisa menjadi pelengkap terapi. Rimpang ini dapat membantu mengatur kadar gula darah.
Jahe merah sangat efektif meredakan masalah perut kembung, mual, dan muntah. Sifat karminatifnya membantu mengeluarkan gas.
Kandungan aktif pada jahe merah membantu memperlancar pergerakan makanan di saluran pencernaan. Manfaat ini bahkan diakui untuk meredakan morning sickness pada ibu hamil.
Studi menunjukkan bahwa jahe merah dapat berperan dalam proteksi kardiovaskular. Ia membantu meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL-C) dan apolipoprotein A-1 serta menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Sifat antiinflamasi pada Jahe Merah terbukti efektif untuk meredakan nyeri akibat kontraksi otot rahim saat menstruasi. Jahe merah memberikan hasil yang setara dengan obat pereda nyeri non-steroid tertentu.
Beberapa senyawa dalam Jahe Merah seperti vanilloid menunjukkan potensi sebagai antikanker. Kemampuan senyawa tersebut dapat menghambat gen proinflamasi dan melawan radikal bebas. Mengonsumsi jahe merah dapat berpotensi untuk mencegah kanker pada tubuh.
Jahe Merah menunjukkan efek antimikroba yang kuat. Senyawa seperti gingerenone-A dan 6-shogaol diketahui dapat menghambat pertumbuhan berbagai patogen.
Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli juga bisa diatasi oleh antimikroba yang dimiliki jahe merah.
Jahe merah memiliki rasa panas dan pedas yang kuat. Sensasi hangat dan pedas dari Jahe Merah mampu melegakan tenggorokan dan meredakan batuk. Sifat antiinflamasi membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.
Jahe merah mengandung senyawa yang dapat meningkatkan proliferasi. Proliferasi merupakan pertumbuhan dan perbanyakan sel secara cepat dan baik secara normal maupun tidak normal.
Selain itu, jahe merah juga memiliki migrasi seluler. Migrasi seluler penting dalam proses penutupan dan penyembuhan luka pada kulit.
Itulah informasi terkait ciri-ciri dan manfaat jahe merah yang dapat diperoleh. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan, ya.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI kementerian Agama.
Ciri-Ciri Jahe Merah
1. Rimpang Kecil Berlapis
2. Warna Daun
3. Warna Batang
Manfaat Jahe Merah
1. Meningkatkan Imunitas Tubuh
2. Pereda Nyeri Sendi dan Otot
3. Kontrol Gula Darah
4. Mengatasi Gangguan Pencernaan
5. Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL)
6. Meredakan Nyeri Haid (Dismenore)
7. Memiliki Potensi Anti-Kanker
8. Melawan Infeksi Bakteri dan Virus
9. Membantu Mengatasi Masalah Pernapasan
10. Mempercepat Penyembuhan Luka
Ada banyak manfaat dari jahe merah yang bisa dirasakan tubuh bila dikonsumsi sesuai takaran. Manfaat tersebut yakni:
Jahe merah bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan antioksidan dan imunomodulator seperti flavonoid dapat membantu tubuh melawan radikal bebas.
Tidak hanya itu, jahe merah dapat membantu menstimulasi peningkatan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Dalam jurnal Pendampingan Pemanfaatan Jahe Merah Sebagai Bahan Pengobatan Non-Farmakologi pada Masyarakat Desa Karang Bayan oleh Dramawan dkk, mengompres dengan jahe merah berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada penderita pengapuran sendi.
Senyawa gingerol dan shogaol memiliki sifat anti inflamasi yang bekerja dengan menekan mediator peradangan.
Bagi penderita diabetes tipe 2, jahe merah bisa menjadi pelengkap terapi. Rimpang ini dapat membantu mengatur kadar gula darah.
Jahe merah sangat efektif meredakan masalah perut kembung, mual, dan muntah. Sifat karminatifnya membantu mengeluarkan gas.
Kandungan aktif pada jahe merah membantu memperlancar pergerakan makanan di saluran pencernaan. Manfaat ini bahkan diakui untuk meredakan morning sickness pada ibu hamil.
Studi menunjukkan bahwa jahe merah dapat berperan dalam proteksi kardiovaskular. Ia membantu meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL-C) dan apolipoprotein A-1 serta menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Manfaat Jahe Merah
1. Meningkatkan Imunitas Tubuh
2. Pereda Nyeri Sendi dan Otot
3. Kontrol Gula Darah
4. Mengatasi Gangguan Pencernaan
5. Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL)
Sifat antiinflamasi pada Jahe Merah terbukti efektif untuk meredakan nyeri akibat kontraksi otot rahim saat menstruasi. Jahe merah memberikan hasil yang setara dengan obat pereda nyeri non-steroid tertentu.
Beberapa senyawa dalam Jahe Merah seperti vanilloid menunjukkan potensi sebagai antikanker. Kemampuan senyawa tersebut dapat menghambat gen proinflamasi dan melawan radikal bebas. Mengonsumsi jahe merah dapat berpotensi untuk mencegah kanker pada tubuh.
Jahe Merah menunjukkan efek antimikroba yang kuat. Senyawa seperti gingerenone-A dan 6-shogaol diketahui dapat menghambat pertumbuhan berbagai patogen.
Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli juga bisa diatasi oleh antimikroba yang dimiliki jahe merah.
Jahe merah memiliki rasa panas dan pedas yang kuat. Sensasi hangat dan pedas dari Jahe Merah mampu melegakan tenggorokan dan meredakan batuk. Sifat antiinflamasi membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.
Jahe merah mengandung senyawa yang dapat meningkatkan proliferasi. Proliferasi merupakan pertumbuhan dan perbanyakan sel secara cepat dan baik secara normal maupun tidak normal.
Selain itu, jahe merah juga memiliki migrasi seluler. Migrasi seluler penting dalam proses penutupan dan penyembuhan luka pada kulit.
Itulah informasi terkait ciri-ciri dan manfaat jahe merah yang dapat diperoleh. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan, ya.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI kementerian Agama.
