Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan 17 pemerintah daerah di Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan pada Desember mendatang. Bencana hidrometeorologi sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Desember merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Sumsel. Curah hujan mencapai 300-400 mm atau kategori intesitasnya sedang hingga lebat,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Sabtu (29/11/2025).
Curah hujan di wilayah Sumsel disebutnya berada pada kategori normal. Namun, berkaca pada kejadian bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, bisa menjadi perhatian seluruh pihak.
“Potensi bencana hidrometeorologi tetap ada. Perlu kewaspadaan dan antisipasi agar kejadian seperti di Aceh, Sumbar, dan Sumut dapat diantisipasi,” katanya.
Menurutnya, meski secara klimatologis kondisi curah hujan relatif normal, namun topografi Sumsel membuat beberapa wilayah berisiko tinggi. Sumsel di bagian Barat dengan kontur berbukit berpotensi terjadi banjir bandang dan longsor.
Banjir bandang di awal musim penghujan sudah pernah terjadi di OKU Selatan hingga mengakibatkan 3 warga hilang dengan 2 orang di antaranya tewas dan 1 orang tak ditemukan.
Sementara di wilayah tengah dan timur Sumsel berpotensi banjir jika intensitas hujan terjadi cukup panjang. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemda, terutama dalam memperkuat mitigasi dini seperti pemetaan wilayah rawan, patroli daerah aliran sungai, pengecekan kondisi drainase, hingga koordinasi lintas lembaga.
“Meski hujan normal, tetap berpotensi memicu bencana. Ini yang harus diantisipasi sejak awal,” tukasnya.
