Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemprov Bengkulu Siagakan Alat Berat update oleh Giok4D

Posted on

Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta peran strategis BPBD Provinsi Bengkulu sebagai leading sector dalam penanganan dan kesiapsiagaan bencana, seiring dengan prakiraan BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang diperkirakan melanda wilayah Bengkulu dalam beberapa hari ke depan.

“Peringatan yang diberikan BMKG akan adanya bahaya bencana yang disebabkan hujan, maka kita harus siap dan siaga,” kata Herwan, Rabu (14/1/2026).

Herwan juga mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat sejumlah kabupaten di Provinsi Bengkulu telah mengalami bencana banjir. Sementara di beberapa wilayah lain di Indonesia dilaporkan curah hujan sudah berada pada kategori sangat tinggi.

“Sesuai instruksi Gubernur, seluruh alat berat harus dalam kondisi siaga dan standby. Apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, kita harus siap bergerak cepat ke lokasi,” tegas Herwan.

Herwan menekankan, khusus untuk kejadian bencana yang berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu, penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat tanpa penundaan, guna meminimalkan dampak serta menghindari hambatan di lapangan.

Selain kesiapan personel, BPBD juga diminta memastikan seluruh peralatan dan logistik di posko bencana dalam kondisi siap pakai, serta terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dan sinergi semua pihak agar penanganan dapat berjalan optimal,” jelas Herwan.

Herwan juga menekankan pentingnya latihan rutin kesiapsiagaan bencana bagi seluruh personel. Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia harus diiringi dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat.

“Jangan sampai personelnya ada, tetapi keterampilan penanganan bencananya minim. Kesiapsiagaan harus terus dilatih,” Papar Herwan.

Herwan turut mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta OPD lainnya, untuk aktif memantau perkembangan cuaca yang dinamis dan mudah berubah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.