Euforia Tahun Baru 2026 menyisakan tantangan bagi warga Palembang. Memasuki hari-hari pertama di bulan Januari, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, dan telur mulai merangkak naik. Selain tingginya permintaan, kendala logistik dan kosongnya stok dari pemasok menjadi pemicu utama kenaikan harga di pasar tradisional.
Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas bawang dan cabai. Ana (40), salah satu pedagang di Pasar Soak Bato, mengungkapkan bahwa harga bawang putih kini menyentuh Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram. Sementara bawang merah naik menjadi Rp 40.000 dari harga Rp 38.000 dan bawang bombai di angka Rp 36.000 per kilogram.
“Faktor utamanya karena stok barang susah datang. Banyak orang libur tahun baru, jadi kendala di angkutan. Barang sedikit, tapi ongkos angkut jadi doubel, makanya harga naik,” jelas Ana, Jumat (02/01/2026).
Kondisi serupa terjadi pada harga cabai. Cabai merah keriting kini dibanderol Rp 50.000 per kilogram dari harga normal Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan cabai burung mengalami kenaikan Rp 10.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.
Komoditas telur juga tidak luput dari tren kenaikan. Yoso (49), pedagang telur yang sudah berjualan selama tiga tahun, mencatat kenaikan pada telur ayam negeri yang kini mencapai Rp 30.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 28.000.
“Setelah tahun baru ini pembeli justru makin ramai. Prediksi saya puncaknya Sabtu dan Minggu nanti. Meski harga naik sedikit, omset lumayan karena permintaan tinggi. Sehari saya bisa stok telur asin sampai 300 butir dan telur puyuh hingga 1.500 butir,” ujar Yoso.
Yoso yang berharap harga telur bisa segera stabil agar keuntungan pedagang tetap terjaga. Menurutnya, krisis stok paling nyata terlihat pada komoditas ayam potong.
Rini (40), seorang pedagang ayam, menyebutkan bahwa harga ayam masih bertahan tinggi di angka Rp 38.000 per kilogram dari yang sebelumnya bisa Rp 35.000. Masalah utamanya bukan hanya harga, melainkan barang yang sulit didapat di pasaran.
“Sekarang stoknya kosong dan susah. Faktornya karena ayam sudah habis terpakai untuk malam tahun baru kemarin. Selain itu, banyak bos pemasok ayam yang masih libur, jadi kami para pedagang berebutan mencari langganan ke mana-mana,” ungkap Rini.
Akibat kelangkaan ini, banyak pedagang yang tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan yang sedang tinggi. Kondisi ini diperkirakan akan berangsur normal seiring dengan kembalinya aktivitas para pemasok dan kelancaran arus logistik dalam sepekan ke depan.
Para pedagang berharap pemerintah dapat memantau distribusi barang agar tidak terjadi kelangkaan yang berlarut-larut di awal tahun ini.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Sementara itu, Rio, pedagang ayam potong di Pasar Kuto Palembang, ayam yang sempat menyentuh Rp 40.000 per kilogramnya, saat ini sekitar Rp 37.000.
“Harga sekarang ayam kecil Rp 34.000, ayam besarnya Rp 34.000 per kilogram-nya turun tapi sekarang sudah gak pernah di bawah Rp 30.000 lagi,” ungkap Rio.
Selain itu, harga daging sapi mengalami penurunan sebesar Rp 5.000 sejak kemarin dan diduga ke depannya akan bertahan di harga Rp 135.000 per kilogramnya
“Kemarin sempat naik jadi Rp 140.000 per kilogramnya, sekarang udah turun jadi Rp 135.000 per kilogramnya, stabil di harga segitu sampai sekarang,” ujar Husein (48) salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kuto.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya dan M Alyuda Tri Utama, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
