Jalan di kawasan Panca Usaha Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, tergenang air hampir satu bulan hingga membuat kemacetan. Selain itu, terdapat tumpukan sampah di sisi jalan menambah permasalahan di lokasi itu.
Salah seorang warga bernama Hadi Wijaya mengatakan genangan air yang terus dibiarkan berpotensi merusak struktur jalan. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan perbaikan, kondisi aspal bisa semakin parah dan membahayakan pengendara.
“Sudah hampir sebulan jalan ini tergenang air. Kalau dibiarkan terus, jalan pasti akan hancur. Sekarang saja kendaraan sudah harus pelan-pelan lewat,” katanya kepada infoSumbagsel, Senin (5/1/2026).
Kata Hadi, sejak jalan tersebut tergenang, arus lalu lintas sering tersendat. Banyak pengendara memilih memperlambat kendaraan untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan, sehingga antrean kendaraan tidak terhindarkan.
“Kemacetan sering terjadi, apalagi pagi dan sore hari. Kendaraan melambat karena takut mogok atau rusak,” ungkapnya.
Warga lainnya bernama Rijal menyoroti permasalahan tumpukan sampah di sepanjang sisi jalan tersebut. Meskipun petugas kebersihan rutin mengangkut sampah setiap hari, kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan membuat masalah ini seolah tak pernah selesai.
“Selain banjir, sampah juga menumpuk di pinggir jalan. Walaupun sudah diambil tiap hari, tetap saja ada warga yang buang sampah sembarangan,” katanya.
Menurutnya, tumpukan sampah tersebut turut menghambat aliran air dan menambah kesan kumuh di kawasan tersebut, sehingga semakin mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Menanggapi keluhan warga, Camat Seberang Ulu I Palembang Mukhtiar Hijrun menjelaskan bahwa genangan air di jalan tersebut disebabkan tidak adanya sistem drainase yang memadai.
Dia menyebut pihak kecamatan telah melaporkan permasalahan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.
“Genangan air terjadi karena di lokasi itu belum ada drainase. Kami sudah menyampaikan laporan ke PUPR Palembang dan akan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
