Jembatan kayu di Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, nyaris putus dan jalan yang tergenang air menjadi permasalahan di Gandus. Kedua permasalahan itu akan segera ditindaklanjuti pemerintah setempah.
Temuan permasalahan itu didapat saat Camat Gandus Jufriansyah melakukan kegiatan Anti Mager. Dia pun meminta warga untuk tidak segan untuk melapor jika menemukan permasalahan di wilayahnya.
Jufriansyah menjelaskan kegiatan Anti Mager bukan sekadar simbolik, melainkan langkah konkret pemerintah kecamatan dalam menindaklanjuti persoalan yang ada di lapangan.
“Melalui kegiatan Anti Mager ini, kami turun langsung ke lapangan, berjalan kaki, melihat dan mendengar kondisi sebenarnya yang dirasakan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami menjalankan arahan Bapak Wali Kota Palembang untuk membangun kota yang berdaya dan sejahtera,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Dalam peninjauan di wilayah Kelurahan Gandus, Jufri mengatakan menemukan sejumlah permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Kita temukan jembatan kayu dalam kondisi rusak dan roboh serta membahayakan pengguna. Ada juga pendangkalan anak Sungai Gandus di lokasi perbatasan RT 17 dan Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus. Pendangkalan ini berpotensi menyebabkan aliran air tidak lancar dan meningkatkan risiko banjir,” ungkapnya.
Lanjut Jufri, ada juga air menggenangi badan jalan di kawasan Jalan Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus, yang diduga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Kemudian di Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus, yang menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air.
Usai melakukan peninjauan itu, Jufri menegaskan seluruh hasil pemantauan akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Semua temuan ini akan kami laporkan dan tindaklanjuti, baik melalui OPD teknis maupun usulan dalam perencanaan pembangunan. Yang ringan akan segera ditangani melalui gotong royong,” tegasnya.
Jufri mengatakan kegiatan Anti Mager ini menjadi bukti nyata pihaknya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui rapat di kantor, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan.
“Dengan berjalan kaki menyusuri wilayah, kami bisa melihat secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Ini adalah bagian dari pelayanan publik yang responsif dan berkelanjutan,” ujarnya.
