Korban Pelecehan Oknum Dosen UMP Trauma dan Takut Pergi ke Kampus

Posted on

Mahasiswi berinisial LF (20) yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) masih trauma dan takut untuk pergi ke kampus. Keluarga berharap laporan kasus ini segera diproses.

Perwakilan keluarga korban, Connie Pania Putri mengatakan saat ini korban masih trauma dan takut untuk pergi ke kampus.

“Saat ini korban sedang menjadi konseling psikolog untuk menyembuhkan rasa trauma atas kejadian pelecehan yang dialaminya,” kata Connie, Kamis (8/1/2026).

Menurut Connie, ia dan keluarga berharap kampus segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen tersebut. Karena hingga saat ini oknum dosen masih berkeliaran dan korban ini masih takut dan trauma.

“Korban masih enggan untuk pergi ke kampus. Jadi saat ini masih fokus pemulihan psikisnya,” ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada pertemuan dan permohonan maaf dari oknum dosen terhadap korban. Connie mengatakan bahwa keluarga menutup diri dari hal tersebut dan saat ini fokus pada pemulihan kondisi korban.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Titis Rachmawati mengatakan saat ini korban masih trauma. Pihaknya meminta Polrestabes Palembang untuk segera mengambil tindakan atas kasus ini. Selain polisi, pihak kampus juga harus cepat menanggani hal ini.

“Kami minta dari pihak Universitas untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen dan untuk kepolisian agar laporan korban segera di proses,” katanya.

Menurut Titis, pihaknya juga akan mengajak korban ke psikolog dan psikiater secara mandiri. Sebab korban masih sering menangis kalau mengingat kejadian yang ia alami.

“Korban masih sering nangis dan rasa takut kalau mengingat kejadian tersebut. Jadi kami berharap laporan korban segera diproses dan pihak kampus juga menindak tegas oknum dosen yang merupakan panutan dan seorang advokat juga,” ujarnya.