Masjid Agung Palembang Gelar Muhasabah Akhir Tahun dan Dzikir Bersama | Giok4D

Posted on

Yayasan Masjid Agung Palembang menyelenggarakan acara “Muhasabah Akhir Tahun: Dzikir dan Doa Bersama untuk Sumatera dan Kota Palembang” pada Rabu malam, 31 Desember 2025. Kegiatan ini sebagai muhasabah atau introspeksi diri di penghujung tahun sekaligus mendoakan korban bencana di ujung Pulau Sumatera.

Acara yang dimulai pukul 19.20 WIB hingga selesai ini menghadirkan dua tokoh agama terkemuka, yakni Ir. Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan, dan Al Ustadz Kms. H. Andi Syarifuddin, M.Ag sebagai pengisi materi.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian, meliputi pembukaan, sambutan, pembacaan Ratib Samman, dzikir bersama, dan ditutup dengan doa bersama.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang Abdul Rozak, menjelaskan bahwa acara malam ini merupakan program rutin Masjid Agung berupa pembacaan Ratib Samman dan dzikir bersama.

“Malam ini kita melakukan Ratib Samman dan dzikir, yang merupakan kebiasaan orang-orang Palembang yang dipimpin oleh Kms. H. Andi Syarifuddin,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Abdul Rozak menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri di penghujung tahun.

“Kita melakukan koreksi total terhadap kegiatan selama setahun yang sudah berjalan. Kami mengumpulkan pengurus dan jamaah untuk mengingat apa yang telah kita perbuat selama ini, untuk dijadikan koreksi ke depan,” katanya.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Menurutnya, acara tahun ini memiliki makna yang lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya mengingat konteks bencana yang terjadi.

“Momentumnya pas. Karena Sumatera sudah menghadapi bencana di hadapan kita, muhasabah yang kita lakukan menjadi lebih kuat. Kita harus berserah diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Terkait pendanaan, Abdul Rozak menjelaskan bahwa dzikir Ratib Samman memang sudah menjadi program rutin yang dibiayai oleh yayasan dan jamaah

“Ada beberapa dzikir di sini. Ratib Samman memang sudah program dari dulu yang dibiayai yayasan dan para jemaah. Ada dzikir lain yang dihidupkan oleh jemaah sendiri dengan biaya sendiri, karena ini milik umat kita semua,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Masjid Agung Halim Ali menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan acara ini.

“Harapan tidak hanya untuk acara ini saja, tapi banyak program lain yang dijalankan pengurus. Program ini tidak mudah dijalankan, karena itu perlu doa dari kita semua supaya pengurus dikuatkan dan diberikan kepercayaan oleh umat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan doa khusus untuk saudara-saudara yang tengah diuji di berbagai daerah.

“Kita mendoakan saudara-saudara kita yang diuji Allah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mudah-mudahan mereka kuat dan Allah cepat berikan jalan keluar dari kesulitan yang mereka alami. Kita juga berharap semoga Allah tidak memberikan cobaan yang berat untuk kita semua,” jelasnya.

Yayasan Masjid Agung Palembang berharap acara ini dapat menjadi sarana penguatan ukhuwah islamiyah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Palembang, sekaligus menjadi momentum untuk terus meningkatkan ketakwaan di tahun mendatang.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.