Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang termasuk mulia karena amal ibadah diangkat ke sisi Allah SWT. Karena itu, umat Islam dapat melaksanakan puasa Syaban sekaligus puasa Kamis.
Dikutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah di bulan Syaban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk latihan puasa untuk persiapan menyambut Ramadan.
Umat Islam yang mengerjakan puasa sunnah Syaban dapat menggabungkan niat puasa Kamis. Dalam melaksanakan puasa sunnah diperbolehkan untuk menggabungkan dua puasa menjadi satu.
Dilansir NU Online, berpuasa di bulan Syaban haram dilakukan bila dimulai dari tanggal 16. Dianjurkan untuk dimulai sejak tanggal 1 atau paling maksimal tanggal 15. Jika sampai tanggal 15 belum berpuasa, maka haram berpuasa dari tanggal 16 hingga akhir Syaban.
Ketentuan ini mengacu pada hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah yang berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا. (رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasulullah saw bersabda: Ketika Syaban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa.”
Niat puasa sunnah dapat menggunakan bahasa Arab maupun Indonesia. Selain itu, para ulama sepakat bahwa dalam ibadah-ibadah sunnah diperbolehkan untuk menggunakan banyak niat dalam satu amalan. Inilah bacaan niat puasa Syaban sekaligus puasa Kamis dalam bahasa Indonesia:
“Saya berniat puasa sunnah Syaban dan hari Kamis karena Allah ta’ala.”
Agar mendapatkan pahala dari puasa Syaban yang dikerjakan, niat menjadi penentu seseorang berhasil atau tidaknya. Niat puasa Syaban bisa dibaca setelah salat Isya hingga waktu sahur atau imsak.
Adapun untuk bacaan niat berpuasa Syaban yang digabung puasa Kamis dalam bahasa Arab dan Latin sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta’âlâ.”
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Syaban karena Allah ta’âlâ.“
Anjuran berpuasa ini tidak terlepas dari hikmah, manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan. Selain pahala, umat Islam akan mendapatkan beberapa hal berikut ini:
Puasa di bulan Syaban menjadi latihan sebelum menjalankan ibadah satu bulan penuh saat Ramadan. Fisik dan mental perlu dilatih agar terbiasa tidak makan dan minum lebih dari 12 jam.
Sama halnya dengan puasa sunnah lain, berpuasa di bulan Syaban menjadi perantara penghapusan dosa-dosa kecil. Hal ini memberikan kesempatan untuk membersihkan diri sebelum Ramadan tiba.
Bulan Syaban termasuk waktu yang tepat untuk melakukan amal saleh seperti puasa, zikir, dan sedekah agar memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menjadi tabungan amal di akhirat kelak.
Mengerjakan puasa di bulan Syaban seperti Senin Kamis, ayyamul bidh berarti sudah menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Hal tersebut menjadi salah satu bukti kecintaan kepadanya.
Selain sebagai ladang amal, berpuasa juga membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu untuk melakukan ibadah yang disukai Allah SWT. Hal ini menghindari muslim dari perbuatan yang sia-sia.
Demikian bacaan niat puasa Syaban 2026 sekaligus puasa Kamis lengkap dengan keutamaan. Semoga berguna, ya.
Ketentuan Puasa Syaban
Bacaan Niat Puasa Syaban 2026 Sekaligus Puasa Kamis
1. Niat Puasa Kamis
2. Niat Puasa Syaban
Keutamaan Puasa Syaban
1. Siap Fisik dan Mental Saat Ramadan
2. Penghapus Dosa
3. Tabungan Amal
4. Menjalankan Sunnah Rasulullah
5. Memanfaatkan Waktu untuk Ibadah
Anjuran berpuasa ini tidak terlepas dari hikmah, manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan. Selain pahala, umat Islam akan mendapatkan beberapa hal berikut ini:
Puasa di bulan Syaban menjadi latihan sebelum menjalankan ibadah satu bulan penuh saat Ramadan. Fisik dan mental perlu dilatih agar terbiasa tidak makan dan minum lebih dari 12 jam.
Sama halnya dengan puasa sunnah lain, berpuasa di bulan Syaban menjadi perantara penghapusan dosa-dosa kecil. Hal ini memberikan kesempatan untuk membersihkan diri sebelum Ramadan tiba.
Bulan Syaban termasuk waktu yang tepat untuk melakukan amal saleh seperti puasa, zikir, dan sedekah agar memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menjadi tabungan amal di akhirat kelak.
Mengerjakan puasa di bulan Syaban seperti Senin Kamis, ayyamul bidh berarti sudah menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Hal tersebut menjadi salah satu bukti kecintaan kepadanya.
Selain sebagai ladang amal, berpuasa juga membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu untuk melakukan ibadah yang disukai Allah SWT. Hal ini menghindari muslim dari perbuatan yang sia-sia.
Demikian bacaan niat puasa Syaban 2026 sekaligus puasa Kamis lengkap dengan keutamaan. Semoga berguna, ya.
