Polisi Amankan Belasan Remaja Diduga Terlibat Kerusuhan di Palembang

Posted on

Belasan remaja diamankan oleh personel Polrestabes Palembang. Mereka diduga terlibat dalam insiden kerusuhan yang merusak sejumlah fasilitas negara di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Informasi yang dihimpun infoSumbagsel, sebanyak 17 remaja diamankan diamankan ke Polrestabes Palembang. Setelah diamankan, terlihat para remaja tersebut duduk tertunduk dan dibariskan di depan Satreskrim Polrestabes Palembang.

Selain itu, tim gabungan mengamankan 6 unit motor yang diduga para remaja tersebut.

Para remaja ini menambah angka diduga anggota geng motor yang melakukan kerusuhan di Jalan POM IX, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Mereka diduga membakar Gedung DPRD Sumsel, Ditlantas Polda Sumsel beserta beberapa kendaraan dinas, serta sejumlah pos polisi permanen maupun container.

Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihhartono mengamini pihaknya mengamankan belasan remaja tersebut. Ia menyebut, mereka telah dibawa ke Polda Sumsel untuk ditindak lebih lanjut.

“Iya benar (sudah diamankan). Sudah dibawa ke Mapolda Sumsel juga, ya,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan sebanyak 42 orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis berupa perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas publik.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian, membenarkan penangkapan tersebut. Dia mengatakan 42 pelaku sedang diperiksa di Mapolda Sumsel.

“Ya benar, kita sudah mengamankan 42 orang pelaku (perusakan dan pembakaran di Gedung DPRD Sumsel dan area Kantor Ditlantas Polda Sumsel). Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Polda,” ujarnya kepada infoSumbagsel, Minggu (31/8/2025).

Ratusan massa yang diduga merupakan kelompok geng motor mendatangi Gedung DPRD Sumsel dengan konvoi sepeda motor.

Tanpa basa-basi, mereka melempari videotron di halaman DPRD hingga hancur, kemudian merusak pagar dan membakar area lobi depan gedung. Api cepat menjalar, menimbulkan kepanikan warga sekitar yang khawatir api merembet ke bangunan lain.