Gubernur Jambi Al Haris hingga kini belum bisa memastikan apakah jalan khusus (jalsus) batu bara di Jambi bisa terselesaikan tahun ini. Hal itu disebut lantaran banyak persoalan yang belum dapat terselesaikan di lapangan.
“Saya kan sudah memberikan izin untuk pekerjaan hauling batu bara ini sejak 2023, dua tahun full ini, ini masuk tahun ketiga. Nah saya ingin tahu, pengen lihat, sejauh mana progresnya, apakah teman-teman ini bekerja,” kata Al Haris usai rapat evaluasi pekerjaan jalan khusus batu bara bersama pengusaha dan pihak Forkopimda di Jambi, Selasa (27/1/1016).
Rapat evaluasi jalan khusus ini dilaksanakan pada Senin (26/1) malam di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Rapat ini dinilai penting oleh Gubernur Al Haris karena menjadi catatan besar buat menepati janjinya menyelesaikan jalan khusus itu.
Di dalam rapat, Al Haris bersama pihak terkait mendengar langsung seberapa jauh hasil progres pembangunan jalsus ini. Dari 3 perusahaan yang ditunjuk, hampir ketiga perusahaan belum terlihat signifikan dalam pembangunan jalsus tersebut.
“Ini kalau ada kendala silahkan kita bisa bicara hati ke hati, sampaikan pada kami apa kendalanya, yang mungkin bisa kita bantu pasti kita bantu, kecuali yang tidak bisa ya tidak bisa. Intinya yang pasti jika kendala berupa pembebasan lahan, kita ada bupati walikota, ada camat ada kepala desa, ini bisa kita komunikasikan,” ujar Al Haris.
Lalu, Al Haris juga menyampaikan jika progres jalsus batu bara itu terkendala karena harus berhadapan dengan perusahaan-perusahaan, dia menyebut bahwa pemerintah daerah akan sediapula menyelesaikan persoalan. Atau mungkin itu terkendala regulasi soal pembebasan lahan hutan yang berkaitan dengan Menhut, lagi-lagi Al Haris menyatakan akan berusaha cari jalan solusi yang pas.
“Intinya kita berharap persoalan jalan khusus batu bara di Jambi yang sudah lama betul ini, ini ada progresnya, ada progres, ada target baik mereka untuk ini dipercepat prosesnya, ini yang kita harapkan. Kenapa? Kita merasakan juga, jika ekonomi Jambi hari ini di angka 4,77 yang tadinya 5 lebih ini turun, persoalannya karena pertama pendapatan terbesar itu di perkebunan dan pertanian yang kedua di tambang,” terang Al Haris.
Al Haris mengaku, dampak jalsus batu bara yang tidak kelar-kelar ini membuatnya takut bahwa nanti mengganggu segala hal, mulai dari dampak ekonomi Jambi yang menurun serta konflik sosial antar masyarakat di lapangan.
“Jadi ini yang harus kita dorong cepat, artinya kita ke depan ada jalan hauling batubara, kuota tambang kita jalan, sopir kita bekerja tetapi tidak lewat jalan nasional, tidak mengganggu jalan kita dan tidak terjadi kemacetan itu saja,” ucap dia.
Dalam jabatan dua periode jadi Gubernur Jambi, Al Haris ingin progres pembangunan jalsus ini bisa diselesaikan secepatnya. Bahkan dia pernah memastikan bahwa progres jalsus itu bisa terealisasi pada akhir 2025 baik untuk PT Inti Bangun Sarana (IBS) yang membangun jalan sepanjang 102 kilometer.
Selanjutnya, buat PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) sepanjang 108 Kilometer dan PT Putra Bulian Properti (PBP) sepanjang 105 kilometer yang diharapkan bawa angin segar lantaran progres pembangunan bisa cepat berjalan. Akan tetapi, Janji Al Haris jika jalsus batubara rampung cepat ternyata belum terealisasikan hingga sekarang.
Dia menegaskan agar 3 perusahaan yang ditunjuk dan bersedia membangun progres jalan khusus ini bisa saling berkolaborasi. Al Haris tidak ingin, apa yang dijalankan sejauh ini hanya memikirkan soal individu yang berdampak panjang dan tidak membuat kondisi jalsus tak kelar.
“Maka jika bicara soal bisnis dan royalti berapa itu urusan mereka ke depan, yang pasti progres jalan khusus berjalan maksimal. Yang jelas kita minta apa yang jadi pokok masalah, segera dibedah dan bisa dilaporkan ke Bupati masing-masing, agar Bupati bisa berkoordinasi dengan semua pihak,” kata Haris.
Mengenai soal PT SAS yang saat ini juga dipersoalkan dalam pembangunan jalsus oleh warga, Al Haris menyampaikan jika hal itu dikembalikan ke kepala daerah yakni Wali Kota Jambi. Dia ingin Wali Kota bisa mencarikan jalan bagaimana progres jalsus yang dikerjakan PT SAS ini tidak terhambat.
“Kan ada Wali Kota, bagaimana jalan solusinya, yang pasti juga kita minta perusahaan PT SAS ini bisa tunjukkan pastikan bahwa apa yang mereka kerjakan ini ke depan tidak akan berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan warga, lakukan pendekatan dan berikan kepercayaan pada masyarakat jika tidak berdampak, ini bisa dicoba. Kita ada plan A dan plan B, kalau plan A dikerjakan tak berdampakkan bagus, tapi kalau berdampak ada plan B kita pindahkan kita geser lokasinya baik, maka semua ada alternatif, yang pasti siapkan semua dari mereka,” ujarnya tegas.
Sejauh ini, Al Haris belum bisa memastikan apakah jalan khusus batu bara di Jambi bisa kelar di tahun 2026 ini. Dia hanya bisa terus berharap agar persoalan jalan khusus bisa terselesaikan tanpa harus menunggu waktu tahun ke tahun.
“Yang jelas sekali lagi kita ingin semua berjalan secepatnya, kalau bisa 2026 ini sudah selesai juga kalau bisa, karena kita butuh juga, batubara pasti jalan, ekonomi di Indonesia juga pasti bangkit, dan ekonomi juga bisa lebih bangkit, pendapatan daerah juga bertambah. Yang terpenting kita coba lagi agar ini bisa secepatnya terselesaikan,” pungkas Al Haris.
