Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan melakukan pendampingan Go Ekspor kepada peternak telur yang merupakan salah satu komoditas unggulan telur ayam konsumsi di Banyuasin, Sumsel.
Kabupaten Banyuasin diketahui sebagai salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia. Potensi ini menjadikan Banyuasin sebagai daerah strategis dalam pengembangan komoditas peternakan unggulan yang berdaya saing dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor.
Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah mengatakan pendampingan Go Ekspor kepada peternak telur ayam konsumsi bertujuan untuk memastikan kesiapan ekspor telur ayam konsumsi dari Sumsel.
“Monitoring keamanan pangan terhadap telur ayam konsumsi di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin merupakan bagian dari upaya Karantina Sumsel dalam mendukung Program Go Ekspor Badan Karantina Indonesia dan program ekspor komoditas unggulan Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.
Sumatera Selatan memiliki komoditas unggulan telur ayam konsumsi yang terdata kurang lebih 100 peternakan ayam petelur. Peternakan terbesar di Sumatera Selatan adalah PT Banyuasin Mukut Inti (BMI) yang mampu memproduksi telur ayam hingga 17 ton per hari dari 400.000 ayam petelur. Adapun peternakan terbesar lainnya adalah PT Pulau Farm (PF) dan PT Gunawan Farm (GF).
Dalam kunjungannya, Sri Endah bersama Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumatera Selatan, Jafrizal, meninjau langsung sarana dan prasarana produksi, penerapan biosekuriti, manajemen pemeliharaan ayam petelur, serta higiene dan sanitasi lingkungan PT BMI yang terletak di desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
“Aspek-aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga mutu dan keamanan telur ayam yang dihasilkan,” ujarnya.
Selain itu, kata Endah, monitoring keamanan pangan terhadap telur ayam konsumsi di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, merupakan bagian dari upaya Karantina Sumsel dalam mendukung Program Go Ekspor Badan Karantina Indonesia dan program ekspor komoditas unggulan Provinsi Sumatera Selatan.
“Dari kelengkapan dokumen yang telah dimiliki PT BMI, dirasa sudah cukup siap untuk ekspor. Selanjutnya, PT BMI perlu memenuhi persyaratan ekspor sesuai dengan negara tujuan,” ujar Endah.
Selain komoditas unggulan telur ayam, sebelumnya Sumatera Selatan juga telah melakukan ekspor untuk komoditas unggulan lainnya seperti kelapa, kopi, dan sawit.
“Kita pastikan telur ayam asal Sumsel bisa ekspor dan diterima oleh negara tujuan,” tutur Endah.
Sementara itu, Niko, peternak telur ayam konsumsi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang proses negosiasi dengan pihak pengiriman agar dapat mengangkut telur ke Singapura.
