Bulan Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Islam. Bulan ini berada di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadan, sehingga mempunyai keistimewaannya tersendiri bagi umat Muslim.
Nama Syaban berasal dari kata Sya’ba yang berarti “merekah”. Bulan ini juga dianggap sebagai bulan untuk mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani menyambut datangnya Ramadan.
Salah satu keutamaan bulan Syaban adalah juga disebut sebagai bulan dianjurkannya bershalawat kepada Rasulullah SAW. Selain itu, ada banyak berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan ini.
Berikut infoSumbagsel sajikan berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Syaban dilansir dari berbagai sumber. Yuk, simak!
Dilansir dari laman NU Online, peristiwa penting pertama yang terjadi di bulan Syaban adalah diturunkannya ayat anjuran untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Azhab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Arab Latin: Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ.
Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Ibnu Abi Shai Al-Yamani mengatakan, bulan Syaban merupakan bulan shalawat, karena pada bulan inilah ayat anjuran shalawat diturunkan. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Syihabuddin Al-Qasthalani dalam Al-Mawahib-nya, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan jika ayat tersebut diturunkan Syaban tahun ke-2 Hijriyah.
Pada bulan Syaban, peristiwa penting yang juga terjadi adalah beralihnya arah kiblat. Awalnya, kiblat umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis, tetapi beralih menghadap Ka’bah di Masjidil Haram.
Waktu itu, kaum muslimin melaksanakan salat dengan menghadap Baitul Maqdis sekitar 17 bulan 3 hari. Kemudian Allah memerintahkan untuk menghadap kiblat pada Selasa, Nisfu Syaban.
Penjelasan ini telah diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 144:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Arab Latin: Qad narâ taqalluba waj-hika fis-samâ’, fa lanuwalliyannaka qiblatan tardlâhâ fa walli waj-haka syathral-masjidil-ḫarâm, wa ḫaitsu mâ kuntum fa wallû wujûhakum syathrah, wa innalladzîna ûtul-kitâba laya’lamûna annahul-ḫaqqu mir rabbihim, wa mallâhu bighâfilin ‘ammâ ya’malûn.
Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Surah Al-Baqarah: 144)
3. Bulan Para Pembaca Al-Quran
Dalam sebagian atsar disebutkan jika Syaban juga dinamai sebagai Syahrul Qur’an atau yang dikenal sebagai bulannya Al-Quran. Meskipun Al-Quran dituntut untuk selalu dibaca sepanjang waktu, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang memang ditekankan untuk dibaca, seperti di bulan Syaban dan Ramadhan.
Dalam Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al Hambali, Hasan bin Sahl berkata, “Wahai Tuhanku, Engkau menjadikanku di antara dua bulan yang agung, maka apa bagian untukku,” kata bulan Syaban. Allah menjawab: “Kujadikan untukmu (bulan) Qiraatul Qur’an (membaca Al-Quran)
Salah satu keistimewaan dari bulan Syaban adalah bahwa pada bulan ini semua amal ibadah umat muslim diserahkan kepada Allah SWT. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Rasullulah SAW.
“Wahai Rasulullah aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaban? Rasul menjawab, Itu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan serta banyak orang lalai padanya. Dialah bulan diangkatnya amal kepada rabbil ‘alamin (Tuhan Pemelihara alam raya). Aku senang amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR. An Nasa’i).
Meskipun begitu, bukan berarti bahwa pengangkatan amal hanya terjadi pada bulan Syaban. Dalam beberapa hadits lain disebutkan jika pengangkatan amal itu terjadi dalam beberapa waktu.
Ada pengangkatan amal secara harian, baik siang dan malam, ada juga pengangkatan amal setiap pekan. Lalu ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Allah SWT tanpa menunggu waktu-waktu tertentu, seperti catatan amal shalat lima waktu.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Penetapan ini tercantum dalam kalender resmi Kemenag.
Oleh karena itu, sepanjang akhir Januari hingga awal Februari 2026 umat Islam berada dalam Syaban 1447 H. Bulan ini juga disebut sebagai bulan untuk mempersiapkan diri baik secara rohani dan jasmani agar siap bertemu dengan Ramadhan.
Itulah informasi mengenai 4 peristiwa penting yang terjadi di bulan Syaban. Mari kita persiapkan diri dengan sebaik-baiknya di bulan ini. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Peristiwa Penting di Bulan Syaban
1. Bulan Turunnya Ayat Perintah Bershalawat
2. Peralihan Arah Kiblat
4. Bulan Diserahkannya Amal kepada Allah SWT
3. Bulan Para Pembaca Al-Quran
Dalam sebagian atsar disebutkan jika Syaban juga dinamai sebagai Syahrul Qur’an atau yang dikenal sebagai bulannya Al-Quran. Meskipun Al-Quran dituntut untuk selalu dibaca sepanjang waktu, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang memang ditekankan untuk dibaca, seperti di bulan Syaban dan Ramadhan.
Dalam Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al Hambali, Hasan bin Sahl berkata, “Wahai Tuhanku, Engkau menjadikanku di antara dua bulan yang agung, maka apa bagian untukku,” kata bulan Syaban. Allah menjawab: “Kujadikan untukmu (bulan) Qiraatul Qur’an (membaca Al-Quran)
Salah satu keistimewaan dari bulan Syaban adalah bahwa pada bulan ini semua amal ibadah umat muslim diserahkan kepada Allah SWT. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Rasullulah SAW.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Wahai Rasulullah aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaban? Rasul menjawab, Itu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan serta banyak orang lalai padanya. Dialah bulan diangkatnya amal kepada rabbil ‘alamin (Tuhan Pemelihara alam raya). Aku senang amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR. An Nasa’i).
Meskipun begitu, bukan berarti bahwa pengangkatan amal hanya terjadi pada bulan Syaban. Dalam beberapa hadits lain disebutkan jika pengangkatan amal itu terjadi dalam beberapa waktu.
Ada pengangkatan amal secara harian, baik siang dan malam, ada juga pengangkatan amal setiap pekan. Lalu ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Allah SWT tanpa menunggu waktu-waktu tertentu, seperti catatan amal shalat lima waktu.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Penetapan ini tercantum dalam kalender resmi Kemenag.
Oleh karena itu, sepanjang akhir Januari hingga awal Februari 2026 umat Islam berada dalam Syaban 1447 H. Bulan ini juga disebut sebagai bulan untuk mempersiapkan diri baik secara rohani dan jasmani agar siap bertemu dengan Ramadhan.
Itulah informasi mengenai 4 peristiwa penting yang terjadi di bulan Syaban. Mari kita persiapkan diri dengan sebaik-baiknya di bulan ini. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
