Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun konsumsi gula tambahan secara berlebihan mampu meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting untuk mengatur asupan gula harian agar tubuh tetap sehat, salah satunya dengan melakukan diet gula.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10% dari total energi (200 kkal). Jumlah tersebut setara dengan 4 sendok makan gula atau sekitar 50 gram per hari. Lalu bagaimana cara melakukan diet gula dan apa manfaatnya bagi tubuh?
Berikut infoSumbagsel sajikan informasi terkait cara diet gula dan manfaatnya dikutip dari laman health dan sumber lainnya. Yuk, simak!
Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi gula demi hidup sehat, antara lain:
Beberapa sereal yang dijual di pasaran mungkin mengandung gula tambahan lebih dari setengah berat sereal itu sendiri. Nah, infoers dapat memilih makanan rendah gula tetapi mengandung banyak protein dan serat yang dapat membuat rasa kenyang bertahan lama.
Mengonsumsi gula berlebih berkaitan dengan meningkatnya nafsu makan dan penambahan berat badan. Sebaliknya pola makan yang rendah gula tambahan, tetapi fokus pada kandungan protein dan serat yang tinggi dapat memberikan efek sebaliknya, yaitu rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang.
Mengurangi asupan minuman manis mampu membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Nah, infoers dapat mengurangi konsumsi minuman manis dengan menggantinya dengan minuman yang tidak mengandung gula, umumnya seperti air mineral.
Kebanyakan makanan penutup banyak mengandung gula yang berdampak pada lonjakan gula darah dalam tubuh dan lebih mudah memunculkan rasa lapar.
Menggantinya dengan konsumsi buah segar tidak hanya mengurangi asupan gula, tetapi juga mampu meningkatkan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dalam pola makan.
Periksa label produk untuk mengetahui jumlah takaran gula dalam suatu produk. Semakin tinggi gula yang tertera pada daftar bahan, maka semakin tinggi pula kandungan gula karena bahan-bahan diurutkan dari jumlah tertinggi ke terendah berdasarkan berat.
Pemanis buatan dapat berdampak pada keseimbangan bakteri usus yang menyebabkan kontrol gula darah yang lebih buruk. Sebaiknya batasi pemanis buatan dan menggantinya dengan pemanis alami seperti gula aren, madu, gula singkong dan sebagainya.
Kebiasaan tidur juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Kurang tidur dapat berpengaruh pada jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga cenderung memilih makanan yang mengandung gula, lemak, garam, kalori tinggi karena tubuh mencari sumber energi cepat.
Oleh karena itu sebaiknya kurangi kebiasaan begadang terutama dalam melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti begadang bermain game, menonton film, nongkrong, dan sebagainya.
Menjaga asupan gula tambahan di batas harian yang direkomendasikan tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan. Konsumsi gula tambahan yang berlebih dapat meningkatkan lemak perut yang yang berisiko diabetes dan penyakit jantung.
Nah, infoers bisa membatasi berbagai makanan dan minuman manis untuk mengelola berat badan dan mengurangi lemak perut. Pilih opsi makanan/minuman yang rendah gula tambahan seperti air mineral berkarbonasi, buah-buahan, dan sayuran.
Bakteri di mulut menghasilkan asam saat memecah gula dan merusak permukaan gigi. Asam inilah yang menyebabkan gula pada gigi. Selain itu terlalu banyak bakteri juga bisa membuat gusi meradang. Kalian dapat mengurangi konsumsi gula tambahan untuk mencegah lubang gigi.
Cara lainnya dengan:
Konsumsi gula yang berlebihan dapat berdampak pada meningkatnya produksi sebum (minyak) sehingga memicu timbulnya jerawat. Mengurangi konsumsi gula tambahan mungkin membantu dalam memperlambat penuaan kulit.
Mengurangi asupan gula tambahan mampu membantu menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gliserida pada tingkat yang sehat. Selain itu hal ini juga mampu menurunkan risiko penyakit jantung.
Resistensi insulin dapat terjadi ketika pankreas melepaskan banyak insulin untuk mengimbangi kelebihan glukosa dalam aliran darah. Insulin merupakan hormon yang membantu glukosa memasuki sel-sel tubuh.
Resistensi insulin ini memicu prediabetes dan diabetes tipe 2. Selain itu dalam sejumlah penelitian orang yang sering mengonsumsi minuman manis memiliki risiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Mengurangi asupan gula tambahan disertai dengan berolahraga dan menjalani pola hidup sehat bisa meningkatkan sensitivitas insulin, yang bermanfaat baik bagi tubuh.
Itulah dia informasi seputar cara melakukan diet gula beserta manfaatnya. Semoga artikel ini membantu ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
