Sebagai pemula, hal pertama yang harus diperhatikan dalam mengelola keuangan adalah dengan memahami kondisi keuangan sendiri terlebih dahulu. Lalu membuat anggaran bulanan yang realistis.
Selain itu, infoers juga harus memisahkan antara kebutuhan dengan keinginan, serta mencatat setiap detail kecil terkait pengeluaran yang sudah dilakukan, agar uang berkembang. Kemudian, juga bisa mulai melakukan investasi kecil untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Untuk memperoleh hal ini, harus memperhatikan beberapa tips dalam mengelola keuangan, berikut infoSumbagsel rangkum caranya. Yuk disimak hingga selesai!
Mengutip melalui penelitian Dita Anjani Dkk yang berjudul Pelatihan Manajemen Keuangan Guna Mengatur Keuangan Pribadi serta Investasi Masa Depan bagi Remaja memberikan gambaran bahwa manajemen keuangan merupakan seni untuk mengendalikan nafsu dan pengeluaran seseorang.
Tujuan dari manajemen keuangan adalah mencapai stabilitas dan kesejahteraan finansial jangka panjang dengan cara mengelola pemasukan serta pengeluaran secara efektif, membangun habit baik, mempersiapkan dana darurat, dan mencapai tujuan finansial yang diidam-idamkan.
Dilansir melalui laman resmi Kementerian Keuangan RI, mengatur keuangan memiliki banyak manfaat bagi kita, di antaranya:
Dalam mengelola keuangan, mempunyai cara dan beberapa detail yang harus diperhatikan agar infoers bisa mencapai impian finansial yang telah diimpikan, berikut penjelasan lengkapnya:
Langkah paling dasar dalam manajemen keuangan adalah mengetahui ke mana setiap rupiah pergi. Tanpa catatan yang akurat, tidak akan pernah bisa melakukan evaluasi.
Banyak orang tidak sadar bahwa pengeluaran kecil seperti biaya parkir, biaya administrasi bank, atau jajan kopi harian jika diakumulasikan bisa mencapai jutaan rupiah per tahun. Mencatat setiap pengeluaran membantu melihat pola ini.
infoers bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan di smartphone yang bisa dihubungkan dengan rekening, atau menggunakan buku catatan manual, yang terpenting bukan alatnya, melainkan konsistensi untuk mencatat bahkan setelah transaksi sekecil apa pun.
Dengan mencatat, akan berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang. Ada efek psikologis di mana seseorang cenderung lebih hemat ketika mereka tahu mereka harus mencatat pengeluaran tersebut nanti.
Setelah memiliki catatan, langkah selanjutnya adalah melakukan efisiensi. Mengepres pengeluaran bukan berarti hidup menderita, melainkan mengalihkan dana dari hal yang tidak perlu ke hal yang lebih produktif.
Tinjau kembali catatan pengeluaran. Mana yang benar-benar kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, listrik dan mana yang hanya keinginan sesaat, contohnya gadget baru padahal yang lama masih bagus, baju karena sedang diskon.
Sebelum membeli barang non-primer yang cukup mahal, tunggulah selama 24 jam. Biasanya, setelah waktu berlalu, dorongan emosional untuk membeli akan hilang dan menyadari bahwa barang tersebut tidak terlalu penting.
Banyak orang terjebak dalam lifestyle creep, di mana saat pendapatan naik, pengeluaran gaya hidup ikut naik. Mengepres pengeluaran berarti menjaga standar hidup tetap stabil meskipun pendapatan akan meningkat, sehingga selisihnya bisa ditabung.
Uang yang didiamkan di tabungan biasa akan tergerus nilainya oleh inflasi. Investasi adalah cara agar uang dan nilainya tumbuh melebihi kenaikan harga barang di pasar.
Jangan ikut-ikutan tren. Jika takut kehilangan modal, mulailah dengan investasi risiko rendah seperti reksa dana pasar uang atau emas. Jika ingin hasil besar dan siap risiko, saham bisa menjadi pilihan.
Semakin dini harus berinvestasi, semakin besar keuntungan yang didapat karena hasil investasi akan diinvestasikan kembali. Itulah sebabnya waktu lebih berharga daripada jumlah modal awal.
Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Bagilah modal ke beberapa instrumen. Jika satu sektor sedang turun, sektor lain mungkin tetap stabil, sehingga keuangan secara keseluruhan tetap aman.
Sebelum melangkah ke investasi yang berisiko, wajib memiliki dana darurat. Ini adalah dana yang hanya boleh digunakan untuk keadaan mendesak seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan.
Bagi yang masih lajang, memiliki dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Bagi yang sudah berkeluarga, jumlahnya idealnya adalah 9-12 kali pengeluaran bulanan.
Likuiditas, dana ini harus disimpan di tempat yang mudah dicairkan tetapi terpisah dari rekening belanja harian, agar tidak tergoda untuk memakannya.
Ketenangan pikiran, dengan memiliki dana darurat membuat kita tidak perlu berutang atau menjual aset saat terjadi krisis, sehingga rencana jangka panjang Anda tidak terganggu.
Anggaran adalah peta jalan keuangan. Tanpa anggaran, Anda akan merasa uang selalu kurang meskipun gajian baru saja masuk.
Gunakan rumus sederhana ini 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau hiburan, dan 20% wajib masuk ke tabungan atau investasi.
Disiplin pada anggaran, jika anggaran hiburan Anda sudah habis di minggu kedua, maka harus berhenti bersenang-senang sampai bulan berikutnya. Disiplin inilah yang membedakan orang sukses secara finansial dengan yang tidak.
Utang konsumtif seperti pinjaman online untuk gaya hidup atau bunga kartu kredit, adalah penghambat terbesar kekayaan. Bunga yang tinggi akan memakan porsi pendapatan setiap bulan.
Jika memiliki banyak utang, lunasilah dari yang nominalnya paling kecil terlebih dahulu untuk mendapatkan kemenangan psikologis.
Hanya ambil utang jika tujuannya produktif, misalnya untuk modal usaha atau membeli aset yang nilainya naik seperti rumah, dan pastikan cicilannya tidak lebih dari 30% pendapatan.
Manajemen keuangan yang baik juga berarti melindungi aset yang sudah dikumpulkan. Satu musibah besar bisa menghancurkan seluruh tabungan jika tidak memiliki proteksi.
Pastikan Anda dan keluarga terlindungi asuransi kesehatan seperti BPJS atau asuransi swasta agar biaya rumah sakit tidak menguras tabungan investasi.
Jika infoers adalah pencari nafkah utama, asuransi jiwa penting untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki taraf hidup yang layak.
Kondisi keuangan bersifat dinamis. Apa yang berhasil di bulan ini belum tentu cocok di bulan depan.
lakukan evaluasi setiap akhir bulan. Apakah pengeluaran sesuai anggaran? Apakah investasi tumbuh? Jika ada yang meleset, segera cari tahu penyebabnya dan perbaikan di bulan berikutnya.
Literasi keuangan terus berkembang. Semakin banyak belajar tentang pajak, instrumen investasi baru, dan cara mengatur uang, kita semakin cerdas dalam mengelola kekayaan.
Mengepres pengeluaran ada batasnya, tetapi menambah pendapatan tidak ada batasnya.
Manfaatkan keahlian untuk mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama, misalnya dengan menjadi freelancer, berjualan online, atau menyewakan aset yang dimiliki.
Fokuslah membangun aset yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja secara aktif, seperti dividen saham, bunga deposito, atau uang sewa properti.
Manajemen keuangan adalah tentang pengendalian diri. Banyak orang gagal karena terjebak emosi seperti iri hati melihat gaya hidup orang lain atau serakah ingin cepat kaya.
Fokus pada target sendiri. Apa yang dipamerkan orang lain di media sosial sering kali bukan cerminan kesehatan keuangan mereka yang sebenarnya.
Jangan terlalu pelit pada diri sendiri. Alokasikan dana khusus untuk apresiasi diri agar infoers tidak merasa tertekan dan stres dalam menjalankan rencana keuangan jangka panjang.
Manajemen keuangan yang sukses dibangun di atas tiga pilar utama: mencatat agar tahu kondisi, mengepres agar efisien, dan berinvestasi agar tumbuh. Dengan menjalankan poin-poin di atas secara konsisten kita tidak hanya akan terbebas dari masalah utang, tetapi juga membangun pondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih sejahtera.
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
