Kondisi jalan yang berada di Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas rusak parah. Akibatnya Desa Sindang Laya dan Mukti Karya yang berada di sana menjadi terisolir. Mereka pun terancam kelaparan karena pasokan bahan pokok sulit masuk ke desa.
Jalan untuk menuju Desa Sindang Laya dan Mukti Karya tersebut berada di Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Jalan tanah tersebut kondisinya rusak parah akibat hujan deras yang melanda Musi Rawas sehingga jalan menjadi becek dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan.
Kepala Desa Sindang Laya, Tarius Tamrin mengatakan sudah satu bulan jalan tersebut rusak parah. Selain kebutuhan pokok susah masuk ke desa, warga pun juga kesulitan menjual hasil panen mereka ke luar desa.
“Hampir sekitar sebulan keadaan jalan tidak bisa dilewati, rusak parah, dan hancur. Bagi kami masyarakat Desa Sindang Laya untuk menjual hasil tani atau kebun itu jadi susah juga. Terus untuk kebutuhan sembako dan kebutuhan masyarakat yang lainnya itu tambah susah karena kondisi jalan ini,” katanya, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, kata Tarius, harga sembako di Desa Sindang Laya pun juga ikut terpengaruh akibat menjadi langka gara-gara kondisi jalan rusak tersebut.
“Sekarang harga sembako tidak sesuai lagi karena biaya transportasi dari luar ke dalam itu berlipat-lipat. Sekarang tabung gas di desa kami itu mungkin sekitar Rp 80 ribu, itu pun ada harga gak ada barang, apalagi beras dan sembako yang lainnya,” jelasnya.
“Itu pun jarang yang mau upahan masukan barang ke desa. Jarang yang mau karena rugi, rugi minyak dan rugi tenaga. Besar kemungkinan kami terancam kelaparan kalau tidak ada gerakan dari pemerintah. Terancam kelaparan parah warga kami,” sambungnya.
Tarius berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas khususnya Bupati Musi Rawas Ratna Machmud untuk segara bergerak untuk memberikan pertolongan. Kemudian ia juga meminta agar pemerintah menegur salah satu perusahaan di sana yang beroperasi di daerah tersebut.
“Kami berharap agar ibu bupati itu bisa untuk menegur perusahaan MHP, karena status jalan kami disana itu hutan kawasan dan hutan kawasan itu dikelola oleh PT MHP,” ujarnya.
“Kami dari pemerintah desa dari tahun kemarin sampai sekarang sudah sering bikin proposal minta pengerasan jalan kepada PT MHP, namun proposal kami itu belum terealisasi. Pernah perusahaan itu cuma yang di jalan tanah itu digusur sama bulldozer, jangankan bagus, malah nambah parah,” sambungnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua BPD Mukti Karya Edi Sabran. Ia memohon kepada Pemkab Musi Rawas untuk segera bertindak terhadap kondisi jalan tersebut.
“Kami minta pemerintah daerah khususnya Ibu Bupati, tolonglah kami yang ada di dalam kawasan HTI, kami mohon bantu kami. Kami sangat butuh untuk makan, bukan untuk kekayaan,” ucapnya.
Edi membeberkan butuh waktu sekitar 3 hari untuk kendaraan muatan masuk ke Desa Mukti Karya karena jalan tersebut.
“Untuk saat ini masyarakat kami sangat mengeluh. Untuk pasokan sembako di Desa Mukti Karya bukan sekedar sulit, bahkan masyarakat untuk memasukkan sembako sampai 2-3 hari di jalan. Kemudian untuk hasil pertanian di desa kami, hasil panennya seperti yang punya karet atau sawit tidak bisa keluar hingga akhirnya sampai busuk di jalan,” sambungnya.
Ia pun berharap agar Bupati Musi Rawas Ratna Machmud agar segara melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut.
“Jadi kepada Ibu Bupati, kami masyarakat Desa Mukti Karya sangat bermohon, tolonglah kami, masyarakat kami diancam kelaparan,” tuturnya.
