Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ilir (OKI), meminta masyarakat di wilayahnya mewaspadai potensi banjir susulan yang bakal terjadi. Apalagi, BMKG masih menyebut Januari ini sebagai puncak musim penghujan.
“Kita mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi luapan air sungai, terutama pada saat pasang maksimum dan setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” ujar Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto, Rabu (21/1/2026).
Dia menjelaskan, wilayah OKI memiliki banyak daerah aliran sungai yang rentan terdampak banjir ketika curah hujan tinggi terjadi secara terus-menerus. Selain itu, beberapa wilayah juga menjadi limpahan air jika terjadi hujan di wilayah OKU Timur.
Hal itu terjadi ketika banjir melanda empat kecamatan dua pekan lalu, yakni di Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Banjir itu juga berimbas pada tiga kecamatan lain di SP Padang, Kayu Agung, dan Pedamaran.
“Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya.
BPBD OKI juga mengingatkan warga untuk mengamankan barang-barang berharga, dokumen penting, serta peralatan elektronik dengan menempatkannya di lokasi yang lebih tinggi dan aman dari genangan air.
Selain itu, orang tua diminta untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak beraktivitas di sekitar sungai demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagi nelayan sungai dan pengguna perahu, BPBD meminta agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Arus sungai yang lebih deras serta potensi adanya benda hanyut dapat membahayakan keselamatan.
“Jika masyarakat melihat adanya kenaikan debit air yang signifikan atau tanda-tanda darurat lainnya, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terkait agar dapat segera ditangani,” ungkapnya.
BPBD OKI memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan debit air sungai, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kesiapsiagaan penanganan bencana banjir di wilayah tersebut.
