Doa Malam 27 Rajab: Waktu Membaca, Teks Arab-Latin, dan Tata Caranya

Posted on

Malam 27 Rajab atau malam Isra Miraj merupakan malam bersejarah bagi umat Islam. Pada malam ini umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan momen ini dengan berbagai amalan, salah satunya dia malam 27 Rajab.

Tahun ini, peringatan Isra Miraj jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Pada momen tersebut dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah. Karena malam 27 Rajab diyakini sebagai salah satu waktu yang baik untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Berikut infoSumbagsel sajikan teks doa malam 27 Rajab lengkap dengan waktu membacanya serta tata caranya. Simak rangkuman di bawah ini.

Sesuai namanya doa ini dibacakan pada malam 27 Rajab. Berdasarkan kalender terbitan Kemenag RI, 27 Rajab H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026.

Sehingga, doa ini mulai bisa diamalkan pada hari Kamis, 15 Januari 2026 setelah salat Magrib. Mengingat, dalam kalender Hijriah pergantian hari terjadi setelah Matahari terbenam.

Allah SWT senantiasa dekat dengan hamba-Nya yang berdoa. Hal ini termaktub dalam Al-Quran Surah al-Baqarah ayat 86:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…

Ulama Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i dalam kitabnya Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz menjelaskan faedah berdoa di malam ini. Beliau mengatakan:

Siapa saja yang membaca doa ini pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati.

Dilansir dari laman resmi Nadhatul Ulama Lampung, bacaan doa yang dapat dibaca pada malam 27 Rajab yang diajarkan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da’watī yā akramal akramīn.

Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.

Berikut ini tata cara mengamalkannya:

Lakukan shalat sunnah mutlak atau shalat sunnah hajat sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua, setelah membaca surah al-Fatihah, dianjurkan membaca surah al-Ikhlas.

Setelah salam, duduk dengan khusyu dan baca shalawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali.
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Bacalah doa Isra Miraj sebagaimana yang dijelaskan di atas.

Setelah selesai membaca doa, sebutkanlah hajat dan keinginan baik untuk urusan dunia atau akhirat kepada Allah SWT.

Selain membaca doa, terdapat beberapa amalan sunnah lain yang dapat dilakukan umat Islam pada malam 27 Rajab. Amalan tersebut antara lain seperti melaksanakan shalat sunnah, berdzikir, hingga memperbanyak istighfar.

Berikut penjelasan masing-masing amalannya:

Dilansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, shalat sunnah malam 27 Rajab atau Lailatul Miraj, dapat diamalkan pada malam ini. Waktu pelaksanaannya dapat dilakukan setelah shalat Magrib atau setelah shalat Isya.

Shalat ini dikerjakan dengan 12 rakaat dengan enam kali salam. Pada setiap rakaatnya, dianjurkan membaca surah al-Fatihah dan al-Ikhlas satu kali.

Berikut ini bacaan niat sholat malam 27 Rajab atau Lailatul Miraj, yaitu:

أُصَلِّي لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushalli lailatal mi’raji rak’ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat salat Lailatul Mi’raj dua rakaat dengan menghadap kiblat, sunah karena Allah Ta’ala.”

Masih di sumber yang sama, setelah selesai mengerjakan shalat sunnah malam 27 Rajab, umat Islam dapat membaca dzikir. Dzikir berikut ini terdiri dari bacaan wirid. istighfar, dan shalawat:

Wirid tasbih 100 kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab Latin: Subhanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Dan hanya Allah yang Maha Besar.

Dilanjutkan dengan membaca istighfar 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Arab Latin: Astaghfirullahal ‘adzhim.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.

Kemudian, membaca shalawat Nabi 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allahumma shalli ‘alå sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah selalu kehormatan dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.

Bila perlu, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (tujuh kali), al-Falaq dan an-Nas (tujuh kali), al-Ikhlas dan al-Kafirun (tujuh kali), surat al-Qadar dan ayat Kursi (tujuh kali).

Setelah mengamalkan dzikir di atas, masih ada bacaan istighfar lain yang dianjurkan dibaca pada bulan Rajab, termasuk pada malam 27 Rajab. Dilansir dari infoSulsel yang mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Uztaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut bacaan istighfarnya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Arab Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman- Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.

Pada 10 hari terakhir bulan Rajab, terdapat bacaan yang dianjurkan diamalkan oleh umat Islam. Bacaan itu juga bisa diamalkan pada malam 27 Rajab:

Membaca doa di bawah ini 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ.

Arab Latin: Subhaanallaahir ra-uuf.

Artinya: “Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan.

Membaca surat al-Ikhlash sebanyak 11 kali:

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 1-4).

Amalan lain yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak bacaan “Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya”. Anjuran tersebut terdapat dalam kitab Al-Jami’ karya Imam Suyuti.

Diriwayatkan dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih menuturkan:

Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Quran bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’ 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka.

Berikut ini bacaan lengkapnya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ.

Arab Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.

Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.

Itulah dia informasi seputar doa malam 27 Rajab, lengkap waktu membaca dan tata caranya. Semoga berguna ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

Kapan Mulai Membaca Doa Malam 27 Rajab

Keutamaan Berdoa di Malam 27 Rajab

Bacaan Doa Malam 27 Rajab

Tata Cara Mengamalkan Doa Malam 27 Rajab

1. Shalat Sunnah Dua Rakaat

2. Membaca Shalawat Nabi

3. Membaca Doa Isra Miraj

4. Menyebutkan Hajat

Amalan Malam 27 Rajab Lainnya

1. Shalat Sunnah Malam 27 Rajab

2. Berdzikir

3. Memperbanyak Istighfar

4. Membaca Bacaan Tanggal 21-30 Bulan Rajab

5. Membaca ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’ 70 Kali

Dilansir dari laman resmi Nadhatul Ulama Lampung, bacaan doa yang dapat dibaca pada malam 27 Rajab yang diajarkan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da’watī yā akramal akramīn.

Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.

Berikut ini tata cara mengamalkannya:

Lakukan shalat sunnah mutlak atau shalat sunnah hajat sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua, setelah membaca surah al-Fatihah, dianjurkan membaca surah al-Ikhlas.

Setelah salam, duduk dengan khusyu dan baca shalawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali.
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Bacalah doa Isra Miraj sebagaimana yang dijelaskan di atas.

Setelah selesai membaca doa, sebutkanlah hajat dan keinginan baik untuk urusan dunia atau akhirat kepada Allah SWT.

Bacaan Doa Malam 27 Rajab

Tata Cara Mengamalkan Doa Malam 27 Rajab

1. Shalat Sunnah Dua Rakaat

2. Membaca Shalawat Nabi

3. Membaca Doa Isra Miraj

4. Menyebutkan Hajat

Selain membaca doa, terdapat beberapa amalan sunnah lain yang dapat dilakukan umat Islam pada malam 27 Rajab. Amalan tersebut antara lain seperti melaksanakan shalat sunnah, berdzikir, hingga memperbanyak istighfar.

Berikut penjelasan masing-masing amalannya:

Dilansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, shalat sunnah malam 27 Rajab atau Lailatul Miraj, dapat diamalkan pada malam ini. Waktu pelaksanaannya dapat dilakukan setelah shalat Magrib atau setelah shalat Isya.

Shalat ini dikerjakan dengan 12 rakaat dengan enam kali salam. Pada setiap rakaatnya, dianjurkan membaca surah al-Fatihah dan al-Ikhlas satu kali.

Berikut ini bacaan niat sholat malam 27 Rajab atau Lailatul Miraj, yaitu:

أُصَلِّي لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Ushalli lailatal mi’raji rak’ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat salat Lailatul Mi’raj dua rakaat dengan menghadap kiblat, sunah karena Allah Ta’ala.”

Masih di sumber yang sama, setelah selesai mengerjakan shalat sunnah malam 27 Rajab, umat Islam dapat membaca dzikir. Dzikir berikut ini terdiri dari bacaan wirid. istighfar, dan shalawat:

Wirid tasbih 100 kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab Latin: Subhanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Dan hanya Allah yang Maha Besar.

Dilanjutkan dengan membaca istighfar 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Arab Latin: Astaghfirullahal ‘adzhim.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.

Kemudian, membaca shalawat Nabi 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allahumma shalli ‘alå sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah selalu kehormatan dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.

Bila perlu, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (tujuh kali), al-Falaq dan an-Nas (tujuh kali), al-Ikhlas dan al-Kafirun (tujuh kali), surat al-Qadar dan ayat Kursi (tujuh kali).

Setelah mengamalkan dzikir di atas, masih ada bacaan istighfar lain yang dianjurkan dibaca pada bulan Rajab, termasuk pada malam 27 Rajab. Dilansir dari infoSulsel yang mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Uztaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut bacaan istighfarnya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Arab Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman- Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.

Pada 10 hari terakhir bulan Rajab, terdapat bacaan yang dianjurkan diamalkan oleh umat Islam. Bacaan itu juga bisa diamalkan pada malam 27 Rajab:

Membaca doa di bawah ini 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ.

Arab Latin: Subhaanallaahir ra-uuf.

Artinya: “Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan.

Membaca surat al-Ikhlash sebanyak 11 kali:

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 1-4).

Amalan lain yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak bacaan “Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya”. Anjuran tersebut terdapat dalam kitab Al-Jami’ karya Imam Suyuti.

Diriwayatkan dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih menuturkan:

Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Quran bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’ 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka.

Berikut ini bacaan lengkapnya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ.

Arab Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.

Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.

Itulah dia informasi seputar doa malam 27 Rajab, lengkap waktu membaca dan tata caranya. Semoga berguna ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

Amalan Malam 27 Rajab Lainnya

1. Shalat Sunnah Malam 27 Rajab

2. Berdzikir

3. Memperbanyak Istighfar

4. Membaca Bacaan Tanggal 21-30 Bulan Rajab

5. Membaca ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’ 70 Kali