Tanggal 1 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Pada momen ini, ada satu peringatan penting yang akan berlangsung di pertengahan bulan yakni nisfu Syaban. Lantas, kapan nisfu Syaban 2026?
Secara bahasa nisfu berarti pertengahan, sedangkan Syaban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah. Jadi, nisfu Syaban merupakan malam mulia yang terjadi pada pertengahan bulan atau tanggal 15.
Dilansir laman Kementerian Agama, pada malam nisfu Syaban Allah SWT membuka 300 pintu rahmat dan ampunan untuk manusia. Sebagaimana tertulis dalam hadis Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Jibril telah datang kepadaku pad amalan nisfu Syaban lalu berkata: Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah salat serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit (berdoa).
Kemudian Nabi bertanya: Apakah arti malam ini? Jibril pun menjawab: malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan. Allah SWT akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, kecuali seorang ahli sihir, tukang ramal, orang yang suka bermusuhan, orang yang suka mengadu domba, pemabuk, orang yang durhaka pada kedua orang tua, dan yang memutuskan silaturahmi. Mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT.“
Dalil di atas diperkuat dengan hadis dalam kitab Shahih Ibnu Hibban yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah SAw bersabda:
يَطْلُعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: “Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Syaban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan.“
Peringatan nisfu Syaban akan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026. Hal ini sesuai kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama RI dan juga penetapan dari Nahdlatul Ulama serta Muhammadiyah.
Untuk malam nisfu Syaban dimulai setelah Matahari terbenam atau waktu Magrib pada Senin, 2 Februari 2026. Umat Islam dapat melangsungkan berbagai amalan di malam mulia dengan tujuan meraih ridho Allah SWT.
Untuk mendapatkan semua keutamaan di atas, ada beberapa amalan yang bisa dilaksanakan. Inilah amalan-amalan yang dianjurkan pada tanggal 15 Syaban.
Doa menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memperbanyak berdoa yang baik-baik serta memohonkan hajat pada pertengahan Syaban dianjurkan untuk dilakukan. Adapun doa yang bisa dibaca yakni:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab-Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in’âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa’îdan marzûqan muwaffaq lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutubitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, wal hamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisiMu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”
Sebelum membaca doa dianjurkan untuk melakukan salat sunnah dua rakaat dengan niat salat sunnah mutlak. Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatiha lalu Al-Kafirun. Rakaat kedua membaca surat pendek Al-Ikhlas.
Setiap gerakkan sujud bacalah doa berikut ini:
Allâhumma inni ‘audzubika bi’afwika min ‘iqobika, auzubika biridloka min sakhotika, wa a’udzubika minka ilaika, laa ukhshi tsanaan alaika anta kamaa atsnaita ala nafsika.
Setelah selesai salat, bacalah yasin tiga kali dengan niat pertama untuk dipanjangkan umur. Niat kedua meminta rezeki, dan ketiga memohon untuk dikuatkan iman. Dilanjutkan dengan membaca doa di atas.
Istighfar menjadi bacaan untuk meraih pengampunan atas dosa yang telah diperbuat. Allah SWT menyukai hambanya yang bertaubat dengan membaca istighfar. Karena itu, perbanyaklah mengucapkannya supaya dosa-dosa yang diperbuat diampuni.
Selain berdoa dan salat sunnah, dianjurkan juga menjalankan ibadah puasa sunnah pada hari nisfu Syaban. Anjuran ini dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah sunnah. Puasa juga menjadi cara untuk menyucikan dan memperkuat tekad.
Amalan lainnya yang bisa dikerjakaan saat senggah yakni membaca Al-Quran, bersedekah, berbuat baik kepada sesama dan mengerjakan salat malam seperti tahajud, taubat, witir, dan hajat.
Demikian jadwal nisfu Syaban 2026 lengkap dengan amalan yang bisa dikerjakan. Semoga berguna, ya.
Nisfu Syaban 2026 Jatuh Pada 3 Februari
Amalan Nisfu Syaban
1. Perbanyak Berdoa
2. Membaca Istighfar
3. Berpuasa Sunnah
Untuk mendapatkan semua keutamaan di atas, ada beberapa amalan yang bisa dilaksanakan. Inilah amalan-amalan yang dianjurkan pada tanggal 15 Syaban.
Doa menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memperbanyak berdoa yang baik-baik serta memohonkan hajat pada pertengahan Syaban dianjurkan untuk dilakukan. Adapun doa yang bisa dibaca yakni:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab-Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in’âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa’îdan marzûqan muwaffaq lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutubitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, wal hamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisiMu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”
Sebelum membaca doa dianjurkan untuk melakukan salat sunnah dua rakaat dengan niat salat sunnah mutlak. Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatiha lalu Al-Kafirun. Rakaat kedua membaca surat pendek Al-Ikhlas.
Setiap gerakkan sujud bacalah doa berikut ini:
Allâhumma inni ‘audzubika bi’afwika min ‘iqobika, auzubika biridloka min sakhotika, wa a’udzubika minka ilaika, laa ukhshi tsanaan alaika anta kamaa atsnaita ala nafsika.
Setelah selesai salat, bacalah yasin tiga kali dengan niat pertama untuk dipanjangkan umur. Niat kedua meminta rezeki, dan ketiga memohon untuk dikuatkan iman. Dilanjutkan dengan membaca doa di atas.
Istighfar menjadi bacaan untuk meraih pengampunan atas dosa yang telah diperbuat. Allah SWT menyukai hambanya yang bertaubat dengan membaca istighfar. Karena itu, perbanyaklah mengucapkannya supaya dosa-dosa yang diperbuat diampuni.
Selain berdoa dan salat sunnah, dianjurkan juga menjalankan ibadah puasa sunnah pada hari nisfu Syaban. Anjuran ini dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah sunnah. Puasa juga menjadi cara untuk menyucikan dan memperkuat tekad.
Amalan lainnya yang bisa dikerjakaan saat senggah yakni membaca Al-Quran, bersedekah, berbuat baik kepada sesama dan mengerjakan salat malam seperti tahajud, taubat, witir, dan hajat.
Demikian jadwal nisfu Syaban 2026 lengkap dengan amalan yang bisa dikerjakan. Semoga berguna, ya.
