Persoalan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Bengkulu mengungkap adanya ketidakefisienan dalam rantai distribusi energi. Meski Bengkulu memiliki cadangan batu bara sendiri, pasokan justru didatangkan dari Provinsi Jambi yang memicu masalah logistik di wilayah Sumatera Selatan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Apriyadi mengungkapkan adanya kejanggalan dalam penugasan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Menurutnya, hambatan muncul karena suplai utama berasal dari Jambi yang harus melintasi jalur darat Sumsel untuk mencapai Bengkulu.
“Kendala spesifiknya, pemegang IUP yang dapat penugasan untuk mengisi PLTU di Bengkulu itu berada di Jambi, yang mau tidak mau harus melintasi Sumatera Selatan. Itu hambatannya,” ujar Apriyadi pada infoSumbagsel, Jumat (23/1/2026).
Kondisi ini dinilai ironis lantaran secara geografis, Bengkulu memiliki sumber daya batu bara yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pembangkit lokal. Namun, penugasan justru diberikan kepada perusahaan yang berada jauh di luar provinsi.
Hal ini diduga kuat berkaitan dengan efisiensi biaya produksi atau selisih harga komoditas yang lebih murah di wilayah asal (Jambi), meskipun harus menanggung risiko logistik yang tinggi.
“Sementara di Bengkulu sendiri kan ada batu bara. Kenapa nggak mereka dapatkan penugasan dari sana? Ini sebenarnya menurut saya faktor harga,” tegasnya.
Dampak dari skema distribusi lintas provinsi ini, pihak pengelola kini terbentur aturan penggunaan jalan di Sumatera Selatan. Meski mendesak, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan tidak akan memberikan diskresi secara cuma-cuma hanya untuk menutupi ketidakefisienan tersebut.
Pemprov Sumsel menyatakan akan melakukan kajian mendalam dalam satu-dua hari ke depan. Pihak pembangkit pun diminta segera bersurat resmi kepada Gubernur untuk menjelaskan mengapa skema distribusi yang rumit ini bisa terjadi.
“Kita akan sangat hati-hati untuk memberikan diskresi atau toleransi. Karena ini kebutuhan listrik masyarakat, kita harus sangat teliti menyikapinya,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
