Revitalisasi kawasan wisata dan sejarah Benteng Kuto Besak (BKB) di Kota Palembang hingga kini belum juga rampung. Proyek penataan kawasan itu sudah mulai dikerjakan awal November dan ditargetkan selesai pada akhir Desember lalu namun hingga pekan kedua Januari belum selesai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengunjung belum diperkenankan memasuki pelataran BKB. Sejumlah pagar seng masih terpasang di kawasan BKB menandakan proses pembongkaran dan penataan kawasan lantai pelataran BKB masih berlangsung. Selain itu, pekerjaan pemasangan pagar pembatas di sepanjang aliran Sungai Musi juga belum sepenuhnya selesai.
Revitalisasi pelataran BKB tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik semata. Kawasan ini dirancang untuk ditata ulang agar lebih terintegrasi dengan Benteng Kuto Besak sebagai salah satu situs cagar budaya dan ikon sejarah Kota Palembang. Pemerintah Kota Palembang mengusung konsep yang menyeimbangkan nilai historis dengan fungsi ruang publik modern yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.
Salah seorang warga Palembang, Boby, mengaku berharap proses revitalisasi dapat segera diselesaikan. Menurutnya, BKB selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga, sekaligus destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang.
“Kami sebagai warga tentu berharap revitalisasi ini bisa cepat selesai. Banyak masyarakat yang rindu bersantai di BKB, apalagi kalau ada keluarga atau tamu dari luar kota, biasanya kami ajak ke sini,” katanya kepada infoSumbagsel, Jumat (16/1/2026).
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan bahwa proses renovasi kawasan BKB masih terus berjalan dan saat ini masih berada pada tahap awal pembangunan yang bersifat konstruksi.
“Pembangunan BKB ini memang masih berlangsung. Tahap pertama fokus pada pekerjaan konstruksi utama agar kawasan ini memiliki struktur yang kuat dan aman untuk digunakan masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Ratu Dewa menjelaskan bahwa revitalisasi pelataran BKB dilakukan dalam dua tahap utama. Pada tahap awal, pekerjaan meliputi pembongkaran conblock lama, pagar, serta kolam yang sebelumnya ada di kawasan tersebut. Selain itu, dilakukan pengecoran area plaza utama dan pemasangan pagar besi baru di beberapa titik strategis.
“Kami juga mengerjakan jaringan utilitas pendukung serta pemasangan railing tangga di dermaga naik-turun penumpang kapal. Tahap ini bertujuan untuk memperkuat struktur dasar kawasan dan memastikan area publik benar-benar aman dan layak digunakan,” jelasnya.
Setelah tahap konstruksi dasar selesai, pemerintah akan melanjutkan ke tahap kedua yang berfokus pada penyempurnaan tampilan dan estetika kawasan. Tahap ini mencakup pemasangan finishing lantai, penataan pencahayaan dengan lampu-lampu kawasan, serta pemasangan street furniture.
“Selain itu, kami juga akan melakukan perbaikan taman dan ruang hijau, pembenahan panggung pertunjukan, serta pembangunan air mancur atraktif yang nantinya menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung,” tambah Ratu Dewa.
Ia berharap, setelah kedua tahap revitalisasi tersebut rampung, wajah baru kawasan Benteng Kuto Besak dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan.
“Nanti kawasan BKB tidak hanya menjadi ruang publik yang lebih nyaman, tetapi juga menjadi titik kumpul baru yang memadukan unsur sejarah, budaya, dan sentuhan modern. Kami ingin BKB benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Palembang,” pungkasnya.
