Demam berdarah kerap ditemukan di daerah tropis di berbagai belahan dunia. Umumnya penyakit ini muncul di musim hujan yang lembab. Sebagai antisipasi, perlu diketahui tips cegah demam berdarah saat musim hujan.
Dilansir dari buku Referensi Edukasi Kesehatan Lingkungan untuk Pencegahan Demam Berdarah oleh Dr. Khotibul Umam, Dkk., demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditransmisikan Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
Sebelum penyakit ini menyerang, sebaiknya memahami dahulu tips cegah demam berdarah saat musim hujan. Hal ini merupakan bentuk pencegahan yang utama dan perlindungan bagi keluarga agar terhindar dari risiko komplikasi medis yang berbahaya.
Demam berdarah merupakan penyakit yang dikarenakan virus dengue. Virus ini masuk ke dalam peredaran darah manusia lewat gigitan nyamuk genus Aedes. Spesies nyamuk ini memiliki ciri khas warna hitam dengan bercak putih di sekujur tubuhnya.
Penyakit ini berlangsung menyerang baik orang dewasa hingga anak anak berusia di bawah 15 tahun. Penyakit ini sering sekali menjangkit orang yang berada di daerah tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia.
Demam berdarah merupakan infeksi oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Umumnya, nyamuk yang menggigit dan menyebarkan virus ini akan menyerang manusia pada pagi dan sore hari. Tidak terkecuali anak anak.
Setelah ditularkan virus lewat gigitan nyamuk, virus akan mengalir ke aliran darah. Pada beberapa kasus, penyakit ini akan membuat kebocoran pembuluh darah. Kondisi ini dapat mengancam nyawa.
Sementara untuk gejala, ada banyak tanda yang diberikan untuk mengetahui seseorang terkena demam berdarah. Gejala gejala ini dapat dipahami dan menjadi pertanda agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Suhu pada tubuh naik pada pengidap demam berdarah Adalah gejala yang pasti muncul. Pada anak-anak, suhu naik ini akan terjadi selama beberapa hari lalu turun dan kembali naik.
Demam akan berlangsung selama 3 hari. Biasanya akan mengalami suhu naik di angka 39-40 derajat Celcius. Kondisi ini akan sulit turun bahkan jika sudah mengkonsumsi obat pereda panas.
Kondisi sering ditemui seperti tubuh lemas, pucat tubuh pada ujung jari dan tangan terasa dingin, denyut nadi cepat dan kecil.
Dilansir dari Penyakit Infeksi di Indonesia Solusi Kini & Mendatang Edisi Kedua oleh Nasronudin, gejala ini dikarenakan syok akibat pendarahan atau perpindahan plasma. Penderita seringkali merasa tidak bertenaga bahkan untuk sekadar duduk atau berdiri.
Gangguan pada sistem pencernaan sering terjadi pada fase awal infeksi. Rasa mual yang disertai muntah menyebabkan penderita kesulitan untuk mengonsumsi makanan atau minuman. Hal ini berisiko menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Rasa nyeri yang hebat pada bagian perut seringkali menjadi indikasi bahwa penyakit mulai memasuki fase kritis. Nyeri ini biasanya terasa di area ulu hati atau merata di seluruh bagian perut. Jika gejala ini muncul, diperlukan pengawasan ketat dari tenaga medis.
Pendarahan terlihat bisa dengan munculnya darah pada area mulut atau gusi berdarah. Gejala lainnya yaitu mimisan (keluar darah dari hidung), melena atau tinja berwarna hitam yang mengindikasikan pendarahan saluran cerna, hingga adanya darah dalam urine atau hematuria.
Bintik atau ruam merah pada kulit. Untuk membedakan gigitan nyamuk biasa dan pertanda demam berdarah yaitu dengan menekannya. Jika bintik ditekan akan menghilang sementara itu pertanda gigitan nyamuk biasa. Sedangkan jika ditekan tidak hilang maka itu pendarahan demam berdarah.
Demam berdarah bukan hanya persoalan individu, melainkan tanggungjawab Bersama. Satu satunya cara agar nyamuk pembawa virus tidak menyerang manusia Adalah dengan membasmi tempat tinggalnya.
Dikutip dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, pencegahan utama DBD dilakukan melalui gerakan 3M Plus yang berfokus pada pemutusan rantai penularan di lingkungan rumah.
Hal ini menjadikan kewajiban untuk kita semua menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Berikut ini tips cegah demam berdarah yang dapat dilakukan.
– Menguras Penampungan Air
Wadah air seperti bak mandi, ember, atau tempayan harus dikuras dan disikat secara rutin minimal satu minggu sekali agar telur nyamuk yang menempel pada dinding wadah hilang.
– Menutup Penampungan Air
Pastikan semua tempat penyimpanan air ditutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur di dalamnya.
– Mendaur Ulang atau Mengubur Barang Bekas
Barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti ban bekas, botol plastik, atau kaleng, harus disingkirkan dengan cara didaur ulang atau dikubur agar tidak menjadi sarang nyamuk.
– Menggunakan Kelambu
Saat tidur, terutama pada siang hari bagi bayi dan anak-anak, penggunaan kelambu sangat disarankan untuk menghindari gigitan nyamuk.
– Menggunakan Lotion anti Nyamuk
Penggunaan lotion penolak nyamuk pada bagian tubuh yang terbuka dapat memberikan proteksi sementara saat berada di luar rumah.
– Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk
Beberapa tanaman seperti lavender, serai, dan zodia memiliki aroma yang tidak disukai oleh nyamuk. Menanam tanaman ini di sekitar rumah dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.
– Memelihara Ikan Pemakan Jentik
Ikan seperti ikan cupang atau ikan guppy dapat dilepas di kolam atau bak penampungan air yang sulit dikuras untuk membasmi jentik nyamuk secara alami.
– Melakukan Fogging
Pengasapan atau fogging dilakukan jika sudah ada kasus positif di suatu wilayah untuk membunuh nyamuk dewasa. Namun, perlu diingat bahwa fogging tidak membunuh jentik nyamuk.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar karena pakaian yang berbau keringat manusia merupakan tempat favorit bagi nyamuk untuk hinggap dan bersembunyi.
Upaya pencegahan ini akan memberikan hasil maksimal jika dilakukan secara serentak oleh seluruh warga di lingkungan pemukiman. Itulah Tips mencegah demam berdarah saat musim hujan.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama
