Meskipun Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah usai, namun harga cabai di Pasar Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) masih tinggi. Hal tersebut disebabkan karena cuaca hujan yang terus hingga saat ini.
Diketahui untuk harga cabai merah keriting saat ini mencapai Rp 70.000 – 75.000/kg, cabai merah besar Rp 50.000-55.000/kg, cabai rawit merah Rp 65.000/kg, dan cabai rawit hijau Rp 70.000/kg.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Inpres Lubuklinggau, Yanti mengatakan akibat cuaca buruk di Sumatera Selatan saat ini menyebabkan harga cabai menjadi naik.
“Sekarang hujan terus, jadi banyak cabai yang busuk. Ditambah sekarang masih awal tahun jadi stoknya terbatas. Karena stok sedikit dan harga tinggi dari petani jadi terpaksa harganya ikut naik,” katanya, Jumat (2/1/2026).
Akibat banyak cabai yang busuk kerana cuaca buruk, Yanti mengaku dirinya dan pedagang cabai lainnya tidak berani menyetok cabai dalam jumlah banyak.
“Kami mengambil langsung dari Curup, (Rejang Lebong, Bengkulu). Karena stok terbatas jadi dan harganya memang tinggi dari petani jadi ngambil dikit karena sangat rentan busuk. Kalau sehari saja tidak laku, banyak yang harus dibuang,” ungkapnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau Medhioline Sapta Windu. Menurutnya, faktor harga cabai masih tinggi hingga saat ini karena cuaca buruk di daerah Sumatera Selatan.
“Kalau sayur mayur seperti cabai ini masih naik karena cuaca sekarang masih tergolong musim hujan deras. Jadi memang situasinya itu hujan hingga banjir. Jadi situasi kondisi cuaca mempengaruhi harganya juga,” ungkapnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu petani cabai di Curup, Cesar SWF Astowo. Ia mengatakan saat ini sudah sepekan lebih daerah Curup diguyur hujan sehingga beberapa petani cabai mengalami gagal panen. Akibatnya harga cabai pun melonjak.
“Sudah sepekan lebih hujan di Curup, hari ini saja dari Subuh sampai siang hari masih hujan gak berhenti-henti. Jadinya banyak yang tergenang tanaman cabai, bahkan ada sebagian yang gagal panen,” ungkapnya.
“Harganya jadi naik juga, yang paling naik harganya itu cabai rawit, memang jenis itu lagi mahal sekarang. Dari petani itu sekitar Rp 50.000-an,” lanjutnya.
