Jenazah Kemas Haji Abdul Halim atau Haji Alim tiba di kediamannya di Jalan Dr M Isa, usai disalatkan di Masjid Agung Palembang dan Masjid Al Falah sekitar pukul 13.55 WIB. Kedatangannya disambut hujan yang seketika turun, keluarga, dan ribuan pelayat yang telah menunggunya.
Jenazah pengusaha itu langsung dimakamkan di halaman belakang kediaman, tepat di samping makam istrinya Hj Nyimas Aminah. Masyarakat yang memadati ikut mendoakan almarhum.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut jenazah Haji Alim. Tampak juga Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, dan lainnya.
Deru yang mewakili keluarga dalam sambutannya seusai pemakaman menyebut Haji Alim merupakan orang baik dan dekat dengan banyak orang. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut hadir dan ikut mendoakan.
“Termasuk ketika semasa beliau hidup, dirawat di RS kurang lebih setahun, menyalatkan hingga pemakamam saat ini. Kami atas nama keluarga besar menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya, yang setinggi-tingginya. Untuk itu hanya Tuhan yang mampu membalas budi baik bapak/ibu sekalian,” ujar Deru, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, Sumsel merasa kehilangan sosok Haji Alim. Keteladanan yang diberikan almarhum juga diminta untuk diteruskan.
“Habluminannas dan habluminallah beliau sangat baik. Beliau banyak membangun masjid dan musala, yang tercatat ada 68. Tak hanya di Sumsel saja, tapi juga ada di Medan, Bandung. Ini merupakan amal jariyah bagi beliau, yang belum tentu orang lain mampu mencapainya secara finansial,” katanya.
Dia juga menyebut, perhatian almarhum terhadap para guru, guru ngaji, ulama, juga cukup baik. Haji Alim juga dinilainya bergaul dengan berbagai orang tanpa memandang agama, suku, dan ras.
“Saya juga sebagai gubernur mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas semua yang telah dilakukan tokoh karismatik kepada almarhum atas dedikasinya membangun Sumsel,” tambahnya.
Menurutnya, pemakaman Haji Alim di belakang kediaman sesuai dengan permintaan almarhum. Dia ingin dimakamkan di samping makan istrinya.
Deru juga menyebut jika ada masyarakat dan organisasi yang masih ada kaitan perniagaan, utang piutang yang belum lunas bisa menyampaikan kepada keluarga besar.
“Terakhir, kami memohon untuk terus mendoakan beliau agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah, sesuai dengan amal ibadahnya. Mohon juga dimaafkan jika selama hidup beliau, selama bergaul, ada kalimat atau lisan, perilaku yang kurang tepat, kami atas nama keluarga besar menyampaikan permohonan maaf. Semoga jalan beliau dilapangkan,” tukasnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
